Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPAS antara siswa yang mengikuti model Project Based Learning berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, ditinjau dari regulasi diri siswa kelas V SD Gugus Melinggih, Kecamatan Payangan tahun pelajaran 2025/2026. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design berbentuk faktorial 2 × 2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V di Gugus Melinggih dengan total sampel 138 siswa dari empat sekolah dasar. Data regulasi diri dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan hasil belajar diukur menggunakan tes. Analisis data dilakukan dengan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar IPAS antara siswa yang belajar dengan model PjBL berbantuan media konkret dan siswa yang belajar dengan model konvensional (p < 0,05); (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan regulasi diri terhadap hasil belajar IPAS (p < 0,05); (3) pada siswa dengan regulasi diri tinggi, model PjBL berbantuan media konkret menghasilkan perbedaan signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional (p < 0,05); dan (4) pada siswa dengan regulasi diri rendah juga ditemukan perbedaan signifikan antara kedua model pembelajaran (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa model PjBL berbantuan media konkret lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS, baik pada siswa dengan regulasi diri tinggi maupun rendah.
Copyrights © 2026