Pembangunan infrastruktur pertanian yang memadai merupakan faktor krusial dalam mendukung produktivitas lahan sawah tadah hujan. Desa Biru di Kabupaten Bombana menghadapi kendala utama berupa kerusakan saluran irigasi tersier yang masih berupa saluran tanah, mengakibatkan tingginya tingkat kehilangan air akibat infiltrasi dan distribusi air yang tidak merata ke lahan petani. Penelitian dan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi tata guna air irigasi melalui perbaikan saluran tersier menjadi saluran permanen dengan pendekatan partisipatif. Program ini dilaksanakan di Daerah Irigasi Pangi-Pangi dengan melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) "Biru Sejahtera" sebagai pelaksana swakelola. Metode pelaksanaan meliputi survei teknis, perencanaan desain, dan konstruksi fisik secara padat karya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan saluran irigasi sepanjang 236,53 meter telah berhasil diselesaikan dengan spesifikasi teknis pasangan batu campuran 1 semen banding 4 pasir. Volume pekerjaan fisik meliputi penggalian tanah sebesar 102,77 meter kubik, pasangan batu sebesar 143,10 meter kubik, dan plesteran seluas 473,07 meter persegi. Konstruksi saluran permanen ini terbukti efektif meminimalisir kebocoran air dan meningkatkan kelancaran aliran air ke petak sawah terjauh. Partisipasi aktif masyarakat dalam tahap perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi juga berhasil menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap infrastruktur yang dibangun, yang menjadi kunci keberlanjutan pemeliharaan saluran irigasi di masa mendatang.
Copyrights © 2026