Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi kepala madrasah, strategi implementasi Merdeka Belajar, dan tantangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki penguasaan pada lima kompetensi utama, yakni kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Strategi yang diterapkan kepala madrasah untuk mendukung Merdeka Belajar meliputi pemberian ruang inovasi kepada guru, pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan minat siswa, asesmen fleksibel, pelatihan berkelanjutan bagi guru, serta kolaborasi aktif dengan orang tua dan masyarakat. Meskipun demikian, kepala madrasah juga menghadapi tantangan serius seperti keterbatasan dana dan sarana prasarana, kesenjangan kompetensi guru, serta resistensi dalam pelaksanaan supervisi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Merdeka Belajar di madrasah sangat ditentukan oleh kapasitas kepala madrasah dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya secara adaptif, kreatif, dan kolaboratif. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya penguatan kompetensi kepala madrasah melalui program pelatihan berkelanjutan dan dukungan sistemik dari pemerintah dan masyarakat.
Copyrights © 2025