Minyak jelantah (waste cooking oil, WCO) berpotensi sebagai bahan baku biodiesel, tetapi memerlukan katalis heterogen yang efisien dan berbiaya rendah. Penelitian ini mengembangkan katalis karbon-kalsium oksida (karbon-CaO) berbasis tempurung kelapa sawit untuk produksi biodiesel dari WCO serta mengkaji pengaruh variasi massa katalis terhadap hasil dan mutu biodiesel. Komposisi asam lemak WCO dianalisis dengan GC-MS dan digunakan untuk menghitung massa molekul rata-rata (301,97 g/mol) sebagai dasar penentuan rasio molar minyak:metanol. Katalis karbon-CaO disintesis dengan kadar CaO 10% dan dikarakterisasi menggunakan BET, XRD, dan FTIR. Reaksi transesterifikasi dilakukan pada rasio minyak:metanol 1:6, suhu 60°C, waktu 2 jam, dan variasi massa katalis 3, 5, dan 7 g. Kondisi optimum diperoleh pada katalis 10% CaO dengan massa 5 g, menghasilkan yield biodiesel 88,74%. Sifat fisis-kimis biodiesel memenuhi SNI 7182:2015 dan berada dalam kisaran standar internasional, sehingga sistem WCO-karbon-CaO ini berpotensi sebagai teknologi biodiesel yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025