Seiring laju kemajuan teknologi yang begitu pesat, dunia pendidikan wajib melakukan penyesuaian. Hal ini mengharuskan pengembangan kemampuan literasi digital sebagai keterampilan utama di abad ini. Kajian ini menganalisis pengaruh penerapan kurikulum pemrograman dan kecerdasan buatan (AI) terhadap kemajuan literasi digital, dengan sorotan khusus pada kendala infrastruktur serta persiapan tenaga kependidikan pada periode pemerintahan Probowo-Gibran. Kajian ini mengungkap bahwa pengintegrasian kurikulum coding dan AI berperan sebagai pendekatan krusial untuk membentuk sumber daya manusia yang analitis, inovatif, dan tangguh di masa masyarakat 5.0. Data dalam kajian ini dikumpulkan melalui sesi wawancara dan bahan dokumentasi, lalu dievaluasi dengan pendekatan analisis tematik yang mencakup tahap penyederhanaan, pengklasifikasian, serta penjelasan data. Temuan kajian menunjukkan bahwa proses belajar coding dan kecerdasan buatan dapat memperkuat literasi digital para siswa. Akan tetapi, untuk menjamin efektivitas dan keberlanjutan kurikulum AI serta coding, entitas pemerintah, lembaga sekolah, dan pihak terkait di bidang pendidikan perlu bersinergi guna menyamaratakan fasilitas digital dan meningkatkan kualitas tenaga manusia.
Copyrights © 2026