Artikel Ini Berjudul Solidaritas Sosial Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Proses analisis data yang dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, hasil penelitian dan menyimpulkan data penelitian. Dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Solidaritas Sosial Mekanik dari Emile Durkheim dan teori Gemeinschaft dari Ferdinand Tonnies dengan menggunkan metode penelitian kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Solidaritas Sosial Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Penelitian ini melihat adanya keterkaitan antara nilai dan norma (Kebiasaan) yang dilakukan oleh Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo sebagai bentuk solidaritas sosial kerika mereka merantau dan berkuliah di Universitas Negeri Manado. Hasil dari penelitian ini adalah Bahwa Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado memiliki solidaritas sosial yang tinggi dengan tipe solidaritas mekanik dengan dengan intensitas antara sesama suku Batak Karo (Ikatan Mahasiswa Karo) dalam rangka melakukan kegiatan-kegiatan seperti, ibadah bersama, olahraga bersama, kegiatan dukacita mapun dukacita, Guro-guro Aron (Pesta Tahunan) penerimaan anggota baru, ibadah natal, malam keakraban, paskah dan semangat gontong royong.
Copyrights © 2025