Budidaya ikan lele (Clarias gariepinus) dengan sistem akuaponik merupakan inovasi budidaya yang mengintegrasikan akuakultur dan hidroponik dalam satu sistem sirkulasi tertutup yang ramah lingkungan dan efisien. Penelitian ini dilakukan di Desa Fadoro, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat pada tanggal 29 April 2025 oleh mahasiswa magang dengan tujuan mengetahui pertumbuhan tanaman kangkung dan kelangsungan hidup ikan lele dalam sistem akuaponik menggunakan kolam terpal. Sistem akuaponik memanfaatkan limbah ikan sebagai nutrisi tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air kolam. Penggunaan aerator terbukti meningkatkan kadar oksigen terlarut yang penting bagi respirasi ikan dan mikroorganisme pengurai amonia. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan lele dan tanaman kangkung yang cepat dan sehat, dengan efisiensi penggunaan air hingga 90% serta pengurangan limbah budidaya. Padat tebar ikan dan pemilihan tanaman yang tepat berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas air. Sistem ini sangat cocok diterapkan di lahan sempit maupun daerah perkotaan, memberikan peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, akuaponik dapat menjadi solusi budidaya berkelanjutan yang menguntungkan secara ekonomi dan ramah lingkungan. Kata kunci: Budidaya ikan lele, sistem akuaponik, kolam terpal, efisiensi air, pertanian berkelanjutan
Copyrights © 2026