Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Feasibility Analysis Of The Malaga Beach Tourism Object In Siwalu Banua Ii Village Gunungsitoli Idanoi Distrct Gunungsitoli City North Sumatra Gea, Rosmawati; Gulo, Martin; Dawolo, Januari; Telaumbanua, Betzy Victor; Laoli, Destriman; Zebua, Ratna Dewi
Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan Vol. 1 No. 1 (2024): PENARIK - Agustus
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/penarik.v1i1.40

Abstract

This research was conducted at Malaga Beach, Siwalu Banua II Village, Gunungsitoli Idanoi District, Gunungsitoli City, North Sumatra Province, with the aim of determining the feasibility of beach tourism objects from the limiting factors of the Tourism Suitability Index Value (IKW). This research was carried out for 1 month, namely from the beginning of March to the beginning of April 2021. The method used in this research was the purposive sampling method. The analysis parameters used are depth, beach type, beach width, bottom water material, current speed, beach slope, water brightness and beach land cover. Based on the results of observations, it shows that the Malaga Beach tourist attraction has good potential because it has a wide sand beach and has not big waves. The research results show that the Tourism Suitability Index (IKW) value is 58.16% and is classified as S3 (Conditionally Suitable) level of suitability. This value provides information that the tourist attraction is in the appropriate category conditionally for the feasibility of its development. The condition for the development in question is the appropriate use of potential, namely the potential width or breadth of the beach as well as the presence of shady pine and palm trees by creating comfortable shelters such as tourist tents, gazebos, children's toys. Thus, Malaga Beach, Siwalu Banua II Village, Gunungsitoli Idanoi District, Gunungsitoli City, North Sumatra has good potential to be developed into a recreational tourism and children's play location, but is not suitable for swimming tourism. 
Pengembangan Budidaya Ikan Lele (Clarias Gariepinus) Sistem Akuaponik Pada Kolam Terpal Di Desa Fadoro, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat Dawolo, Agnes Juwita; Gea, Angel Sri Ayu; Zebua, Estin Krisdila; Waruwu, Heppi Kristiani; Waruwu, Irfan; Gulo, Martin; Zebua, Ratna Dewi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i01.8038

Abstract

Budidaya ikan lele (Clarias gariepinus) dengan sistem akuaponik merupakan inovasi budidaya yang mengintegrasikan akuakultur dan hidroponik dalam satu sistem sirkulasi tertutup yang ramah lingkungan dan efisien. Penelitian ini dilakukan di Desa Fadoro, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat pada tanggal 29 April 2025 oleh mahasiswa magang dengan tujuan mengetahui pertumbuhan tanaman kangkung dan kelangsungan hidup ikan lele dalam sistem akuaponik menggunakan kolam terpal. Sistem akuaponik memanfaatkan limbah ikan sebagai nutrisi tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air kolam. Penggunaan aerator terbukti meningkatkan kadar oksigen terlarut yang penting bagi respirasi ikan dan mikroorganisme pengurai amonia. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan lele dan tanaman kangkung yang cepat dan sehat, dengan efisiensi penggunaan air hingga 90% serta pengurangan limbah budidaya. Padat tebar ikan dan pemilihan tanaman yang tepat berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas air. Sistem ini sangat cocok diterapkan di lahan sempit maupun daerah perkotaan, memberikan peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, akuaponik dapat menjadi solusi budidaya berkelanjutan yang menguntungkan secara ekonomi dan ramah lingkungan. Kata kunci: Budidaya ikan lele, sistem akuaponik, kolam terpal, efisiensi air, pertanian berkelanjutan