Pisang merupakan komoditas hortikultura yang mudah mengalami penurunan mutu setelah panen apabila tidak ditangani dengan baik. Di Desa Curahtakir, Kabupaten Jember, pisang diproduksi dalam jumlah melimpah, namun penanganan pascapanen di tingkat rumah tangga masih dilakukan secara sederhana sehingga berpotensi meningkatkan kerugian pascapanen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai prinsip dasar penanganan pascapanen pisang melalui kegiatan edukasi. Edukasi dilaksanakan menggunakan pendekatan diskusi interaktif yang melibatkan ±20 peserta dari kelompok ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test berdasarkan lima indikator pengetahuan penanganan pascapanen pisang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta pada indikator penanganan pascapanen pisang dari 25% menjadi 70% serta pengetahuan mengenai teknik penyimpanan pisang dari 20% menjadi 75%. Pengetahuan tentang waktu panen yang tepat juga meningkat dari 65% menjadi 80%, sementara pemahaman mengenai sifat pisang sebagai buah yang mudah rusak telah relatif tinggi sejak sebelum kegiatan (80%). Secara keseluruhan, kegiatan edukasi ini berperan sebagai langkah awal dalam memperkuat kapasitas pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan pascapanen pisang di tingkat rumah tangga
Copyrights © 2026