Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Desa Masbagik Selatan, Masbagik-Lombok Timur Ahmad Jupri; Ayu Ardini; Erssa Renanda; Lita Herlina; M. Farras Abiyyuddin; Muhamad Ihsan Febryanto Mbele; Nicki Rizki Fitria; Norma Islamiati; Rudiansyah; Sri Rizki Sukmawati; Zharfan Gibran
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.246 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1397

Abstract

Desa Masbagik Selatan merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Potensi utama di Desa Masbagik Selatan adalah mayoritas masyarakat sebagai pengusaha, baik di bidang kuliner, sembako, hingga konveksi. Berdasarkan hasil survey dan wawancara yang dilakukan di Desa Masbagik Selatan, terdapat satu masalah utama yang menjadi momok bagi masyarakat desa ini, yaitu kurangnya kemampuan untuk memiliki modal usaha kerja. Hal ini mengakibatkan masyarakat tidak mampu mengembangkan taraf ekonomi mereka dikarenakan masyarakat tidak mampu memenuhi kemampuan dasar yaitu sandang, pangan, dan papan yang termasuk pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya. Dalam mengatasi permasalahan tersebut untuk mendapat modal usaha perlu dibentuk usaha ekonomis produktif dalam bentuk kelompok usaha bersama (KUBe) yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota kelompok dan potensi yang ada di daerah Masbagik Selatan. Program ini terselenggarakan dalam 3 kegiatan, yang pertama adalah survey, kedua sosialisasi, dan rang terakhir pembentukan KUBe. Seluruh rangkaian kegiatan ini diselenggarakan dengan melibatkan sebagian dari masyarakat Desa Masbagik Selatan dan khususnya ibu-ibu untuk kegiatan pembentukan KUBe.
Identification of Antibacterial Compounds in Black Garlic against Salmonella typhimurium using HPLC-Fingerprinting and Chemometrics Abiyyuddin, M. Farras; Rahayu, Winiati P; Yuliana, Nancy Dewi; Setiawan, Abdul Aziz; Anggraeni, Ririn; Marwanta, Edy; Marasabessy, Ahmad
Molekul Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.1.11378

Abstract

ABSTRACT. Black garlic is an aged product derived from fresh garlic and exhibits potential antibacterial properties. This study aims to identify the antibacterial compounds in black garlic against Salmonella typhimurium using HPLC fingerprinting and chemometrics. The antibacterial activity of the n-hexane fraction, methanol fraction, and water fraction were analyzed using the well diffusion method. Only the water fraction exhibited an inhibitory zone against S. typhimurium of 11.96 ± 1.86 mm. The chemical profile of each fraction, analyzed by HPLC-MWD, was correlated with antibacterial activity data using Orthogonal Projection to Latent Structure. A retention interval of 2.50 – 2.99 and 2.00 – 2.49 minutes of the water fraction at a wavelength of 214 nm demonstrated a correlation with antibacterial activity. The peaks identified in HPLC-MWD at a retention interval of 2.50 – 2.99 and 2.00 – 2.49 minutes exhibited a similar pattern to the peaks appearing at a retention time of 1.12 and 1.06 minutes on the UHPLC-Q-Orbitrap-HRMS chromatogram. The resultant peak in the UHPLC-Q-Orbitrap-HRMS analysis of the water fraction indicated that it was attributed to S-allyl cysteine and S-allyl mercaptocysteine. Keywords: black garlic, metabolomics, S-allyl cysteine, S-allyl mercapto cysteine
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI ALAMI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.), MINYAK SEREH (Cymbopogon citratus) DAN NaCl TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Jannah, Mirriyadhil; Meilina, Lita; Qodriyah, Nur Latifatul; Abiyyuddin, M. Farras
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 5 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/feh5dz61

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas kombinasi antibakteri alami yaitu minyak sereh dan ekstrak bawang putih dengan NaCl, dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan rancangan rancangan eksperimental laboratorium dengan perlakuan kombinasi 0%,1%, 2% dan 3% antara minyak sereh dan NaCl serta bawang putih dengan NaCl. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan nilai setiap perlakuan, kemudian ditafsirkan secara kualitatif untuk melihat tren efektivitas antibakteri terhadap masing-masing bakteri. Hasil analisis pH menunjukkan penurunan seiring peningkatan konsentrasi ekstrak. Nilai pH terendah dihasilkan pada konsentrasi 3% yaitu 4,8 untuk bawang putih–NaCl dan 5,7 untuk kombinasi minyak serehNaCl. Daya hambat tertinggi terhadap E. coli (1,60 mm) dan S. aureus (2,00 mm) diperoleh dari kombinasi bawang putihNaCl pada konsentrasi 3%, sedangkan kombinasi minyak sereh–NaCl menghasilkan zona hambat lebih kecil pada konsentrasi yang sama (E. coli 0,70 mm; S. aureus 0,92 mm). Secara keseluruhan, efektivitas antibakteri dari kedua kombinasi masih tergolong sangat lemah, namun menunjukkan potensi lebih besar terhadap S. aureus dibanding E. coli, yang diduga terkait dengan perbedaan struktur dinding sel bakteri. 
Studi Literatur Stabilitas Fikosianin dalam Berbagai Agen Penstabil untuk Aplikasi Pangan pH Rendah: Literature Study on the Stability of Phycocyanin in Various Stabilizing Agents for Low-pH Food Applications Fitrania, Fathika; M. Farras Abiyyuddin; Jasmine Rahma Kesuma Nirvana
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9257

Abstract

Fikosianin (PC) adalah pewarna biru alami yang potensial, namun aplikasinya terhambat oleh sensitivitasnya yang tinggi terhadap kondisi asam (pH < 4.5), panas, dan cahaya. Ketidakstabilan ini memicu denaturasi protein PC dan degradasi warna yang kurang menguntungkan pada aplikasi produk pangan. Studi literatur ini bertujuan untuk mensintesis data penelitian terdahulu dan mengkategorikan upaya stabilisasi PC menggunakan agen penstabil kimia dan teknologi fisik. Pencarian sistematis dan analisis kualitatif dilakukan terhadap 11 artikel yang terbit di tahun 2018-2025 dengan fokus pada retensi warna di kondisi pH asam. Studi literatur ini mengkategorikan agen penstabil kimia menjadi lima golongan yaitu, protein, polisakarida, kompleks polisakarida-protein, dan bahan non-food grade seperti SDS dan formaldehida. Penggunaan karagenan anionik dinilai signifikan terhadap stabilitas PC secara simultan pada pH 3.0 dan suhu tinggi. Kombinasi lebih dari satu agen penstabil menunjukkan efektivitas tinggi dengan retensi warna mencapai 81.5% pada pH 3.5. Teknologi fisik seperti spray drying, freeze drying, dan high-pressure processing (HPP) dapat dipertimbangkan untuk mempertahankan stabilitas PC. Secara keseluruhan studi literatur ini merekomendasikan kombinasi strategi antara agen penstabil kimia dengan teknologi fisik secara bersamaan. Pengetahuan ini sangat bermanfaat di level industri sebab berkaitan pula dengan efisiensi produksi PC.
Antibacterial Activity of Black Garlic against Foodborne Pathogens: A Review Abiyyuddin, M. Farras; Fitrania, Fathika; Jannah, Mirriyadhil
Jurnal Teknologi Pangan Vol 19, No 2 : DESEMBER 2025
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v19i2.5412

Abstract

Foodborne diseases have become a serious global public health threat, one of which is caused by the consumption of food contaminated by pathogenic bacteria. Efforts to control such contamination can be carried out through the use of antibacterial agents derived from natural sources. Black garlic, a aged product of fresh garlic, is known to possess various biological effects, including antibacterial activity. Several studies have reported that black garlic exhibits antibacterial activity against various foodborne pathogenic bacteria, such as Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella spp., and Pseudomonas aeruginosa. This review aims to analyze the antibacterial activity of black garlic against foodborne pathogens. The review methodology followed the PRISMA-study. Literature searches were conducted using Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect databases, with the keywords “black garlic”, “antimicrobial”, “antibacterial”, and “foodborne pathogens”, yielding 16 articles that met the inclusion criteria. The findings indicate that black garlic demonstrates antibacterial activity against both Gram-positve and Gram-negative bacteria. These results underscore the potential of black garlic as a natural antibacterial agent for controlling foodborne pathogens.
Evaluasi Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Sensori Tea Infusion Berbasis Cascara dengan Penambahan Jahe, Lemon, dan Daun Mint Azkiyah, Lailatul; Masahid, Ardiyan Dwi; Fitrania, Fathika; Abiyyuddin, M. Farras; Brihatsama, Brihatsama; Pamujiati, Agustia Dwi
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.630

Abstract

Cascara merupakan kulit buah kopi kering yang terdiri atas lapisan pulp dan mucilage yang terpisah selama proses pulping. Meskipun mengandung senyawa bioaktif, seperti polifenol, pemanfaatan cascara dalam produk minuman masih terbatas karena karakteristik sensori yang belum sepenuhnya memenuhi preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan, kadar total polifenol, dan karakteristik sensori hedonik dari formulasi tea infusion berbahan cascara, yang dipadukan dengan jahe, lemon, dan daun mint. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor dengan enam tingkat konsentrasi cascara (% b/v), yaitu A0 (0%), A1 (1%), A2 (2%), A3 (3%), A4 (4%), dan A5(5%), masing-masing dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi aktivitas antioksidan, total polifenol, serta atribut sensori hedonik (warna, aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi penambahan cascara pada konsentrasi 1-5% (b/v) tidak berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan, dan total polifenol (p>0,05), namun menunjukkan kecenderungan peningkatan nilai secara deskriptif dibandingkan kontrol, dengan aktivitas antioksidan sebesar 32,80-36,02% dan total polifenol pada 40,94-46,51mg GAE/g. Hasil uji sensori hedonik menunjukkan bahwa penambahan cascara berpengaruh nyata terhadap atribut rasa, dan penerimaan keseluruhan. Penentuan perlakuan terbaik dilakukan menggunakan metode De Garmo dengan pembobotan pada parameter atribut sensoris. Hasilnya menunjukkan bahwa A5 (5% b//v) merupakan perlakuan terbaik dengan nilai bobot tertinggi (0,78) yang mencerminkan keseimbangan terbaik antara atribut fungsional dan sensori. Hasil ini menunjukkan bahwa cascara berpotensi dimanfaatkan sebagai minuman fungsional berbasis tea infusion dengan karakteristik sensori yang dapat diterima konsumen.
Edukasi Penanganan Pascapanen Pisang sebagai Upaya Peningkatan Mutu dan Masa Simpan Buah pada Tingkat Rumah Tangga di Desa Curahtakir, Jember Jannah, Mirriyadhil; Abiyyuddin, M. Farras; Fitrania, Fathika
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 7 No 1 (2026): Edisi Januari-Mei
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v7i1.2760

Abstract

Pisang merupakan komoditas hortikultura yang mudah mengalami penurunan mutu setelah panen apabila tidak ditangani dengan baik. Di Desa Curahtakir, Kabupaten Jember, pisang diproduksi dalam jumlah melimpah, namun penanganan pascapanen di tingkat rumah tangga masih dilakukan secara sederhana sehingga berpotensi meningkatkan kerugian pascapanen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai prinsip dasar penanganan pascapanen pisang melalui kegiatan edukasi. Edukasi dilaksanakan menggunakan pendekatan diskusi interaktif yang melibatkan ±20 peserta dari kelompok ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test berdasarkan lima indikator pengetahuan penanganan pascapanen pisang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta pada indikator penanganan pascapanen pisang dari 25% menjadi 70% serta pengetahuan mengenai teknik penyimpanan pisang dari 20% menjadi 75%. Pengetahuan tentang waktu panen yang tepat juga meningkat dari 65% menjadi 80%, sementara pemahaman mengenai sifat pisang sebagai buah yang mudah rusak telah relatif tinggi sejak sebelum kegiatan (80%). Secara keseluruhan, kegiatan edukasi ini berperan sebagai langkah awal dalam memperkuat kapasitas pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan pascapanen pisang di tingkat rumah tangga