Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Literatur Stabilitas Fikosianin dalam Berbagai Agen Penstabil untuk Aplikasi Pangan pH Rendah: Literature Study on the Stability of Phycocyanin in Various Stabilizing Agents for Low-pH Food Applications Fitrania, Fathika; M. Farras Abiyyuddin; Jasmine Rahma Kesuma Nirvana
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9257

Abstract

Fikosianin (PC) adalah pewarna biru alami yang potensial, namun aplikasinya terhambat oleh sensitivitasnya yang tinggi terhadap kondisi asam (pH < 4.5), panas, dan cahaya. Ketidakstabilan ini memicu denaturasi protein PC dan degradasi warna yang kurang menguntungkan pada aplikasi produk pangan. Studi literatur ini bertujuan untuk mensintesis data penelitian terdahulu dan mengkategorikan upaya stabilisasi PC menggunakan agen penstabil kimia dan teknologi fisik. Pencarian sistematis dan analisis kualitatif dilakukan terhadap 11 artikel yang terbit di tahun 2018-2025 dengan fokus pada retensi warna di kondisi pH asam. Studi literatur ini mengkategorikan agen penstabil kimia menjadi lima golongan yaitu, protein, polisakarida, kompleks polisakarida-protein, dan bahan non-food grade seperti SDS dan formaldehida. Penggunaan karagenan anionik dinilai signifikan terhadap stabilitas PC secara simultan pada pH 3.0 dan suhu tinggi. Kombinasi lebih dari satu agen penstabil menunjukkan efektivitas tinggi dengan retensi warna mencapai 81.5% pada pH 3.5. Teknologi fisik seperti spray drying, freeze drying, dan high-pressure processing (HPP) dapat dipertimbangkan untuk mempertahankan stabilitas PC. Secara keseluruhan studi literatur ini merekomendasikan kombinasi strategi antara agen penstabil kimia dengan teknologi fisik secara bersamaan. Pengetahuan ini sangat bermanfaat di level industri sebab berkaitan pula dengan efisiensi produksi PC.
Evaluasi Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Sensori Tea Infusion Berbasis Cascara dengan Penambahan Jahe, Lemon, dan Daun Mint Azkiyah, Lailatul; Masahid, Ardiyan Dwi; Fitrania, Fathika; Abiyyuddin, M. Farras; Brihatsama, Brihatsama; Pamujiati, Agustia Dwi
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.630

Abstract

Cascara merupakan kulit buah kopi kering yang terdiri atas lapisan pulp dan mucilage yang terpisah selama proses pulping. Meskipun mengandung senyawa bioaktif, seperti polifenol, pemanfaatan cascara dalam produk minuman masih terbatas karena karakteristik sensori yang belum sepenuhnya memenuhi preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan, kadar total polifenol, dan karakteristik sensori hedonik dari formulasi tea infusion berbahan cascara, yang dipadukan dengan jahe, lemon, dan daun mint. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor dengan enam tingkat konsentrasi cascara (% b/v), yaitu A0 (0%), A1 (1%), A2 (2%), A3 (3%), A4 (4%), dan A5(5%), masing-masing dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi aktivitas antioksidan, total polifenol, serta atribut sensori hedonik (warna, aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi penambahan cascara pada konsentrasi 1-5% (b/v) tidak berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan, dan total polifenol (p>0,05), namun menunjukkan kecenderungan peningkatan nilai secara deskriptif dibandingkan kontrol, dengan aktivitas antioksidan sebesar 32,80-36,02% dan total polifenol pada 40,94-46,51mg GAE/g. Hasil uji sensori hedonik menunjukkan bahwa penambahan cascara berpengaruh nyata terhadap atribut rasa, dan penerimaan keseluruhan. Penentuan perlakuan terbaik dilakukan menggunakan metode De Garmo dengan pembobotan pada parameter atribut sensoris. Hasilnya menunjukkan bahwa A5 (5% b//v) merupakan perlakuan terbaik dengan nilai bobot tertinggi (0,78) yang mencerminkan keseimbangan terbaik antara atribut fungsional dan sensori. Hasil ini menunjukkan bahwa cascara berpotensi dimanfaatkan sebagai minuman fungsional berbasis tea infusion dengan karakteristik sensori yang dapat diterima konsumen.