Kemacetan lalu lintas di wilayah perkotaan, termasuk Kabupaten Pamekasan, merupakan permasalahan yang kompleks akibat pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan serta pengaturan lampu lalu lintas yang masih bersifat statis. Kondisi lalu lintas yang dinamis dan tidak pasti menuntut adanya pendekatan pemodelan yang mampu merepresentasikan ketidakpastian tersebut secara lebih realistis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan graph fuzzy dalam merepresentasikan dan mengoptimalkan pengaturan lampu lalu lintas pada beberapa persimpangan utama di Pamekasan. Setiap simpul (vertex) pada graf merepresentasikan persimpangan, sedangkan sisi (edge) menyatakan keterhubungan antarjalan dengan bobot fuzzy yang merefleksikan tingkat kepadatan, panjang antrean, dan volume kendaraan. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data lalu lintas melalui observasi lapangan, pembentukan fungsi keanggotaan fuzzy, serta analisis graf fuzzy untuk menentukan prioritas waktu nyala lampu hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model graph fuzzy mampu memberikan representasi yang lebih adaptif terhadap kondisi lalu lintas dibandingkan sistem konvensional, dengan potensi pengurangan waktu tunggu dan antrean kendaraan pada jam sibuk. Dengan demikian, pendekatan ini dapat dijadikan alternatif solusi dalam pengembangan sistem pengaturan lampu lalu lintas cerdas (intelligent traffic light system) di Pamekasan dan wilayah perkotaan serupa.
Copyrights © 2026