Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penyerapan tenaga kerja pada ekonomi kreatif sub-sektor fashion di Kota Makassar, dengan fokus pada variabel modal, tingkat upah, dan teknologi. Permasalahan tingginya tingkat pengangguran di Kota Makassar menunjukkan adanya kesenjangan antara pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dengan kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi dan kuesioner kepada 36 pelaku usaha industri fashion. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel modal dan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sementara variabel tingkat upah tidak berpengaruh signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan modal dan penggunaan teknologi padat karya mampu mendorong peningkatan jumlah tenaga kerja yang diserap oleh industri fashion di Kota Makassar. Sementara itu, tingkat upah yang berlaku belum cukup menjadi faktor penentu dalam keputusan perekrutan tenaga kerja. Kesimpulannya, strategi peningkatan modal dan pemanfaatan teknologi yang tetap membutuhkan keterampilan tenaga kerja dapat menjadi langkah efektif dalam memperluas lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif, khususnya sub-sektor fashion. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pelaku usaha dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Copyrights © 2026