Wireless Power Transfer (WPT) merupakan teknologi penghantaran daya listrik secara nirkabel yang memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik antara kumparan pemancar dan penerima. Salah satu metode WPT yang umum digunakan adalah Inductive Resonance Coupling (IRC), dimana arus bolak‑balik pada kumparan pemancar menghasilkan medan magnet yang menginduksi tegangan pada kumparan penerima dengan mengandalkan frekuensi operasi untuk membentuk resonansi terhadap kedua kumparan. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi frekuensi operasi terhadap efisiensi penghantaran daya pada sistem WPT dengan memantau arus dan tegangan pada sisi pengirim (Tx) dan penerima (Rx). Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler Arduino UNO R4 sebagai pembangkit sinyal frekuensi berbasis Pulse Width Modulation (PWM) dan sensor INA219 untuk mengukur arus dan tegangan secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Sensor INA219 menunjukkan tingkat akurasi yang baik dengan nilai eror maksimal di 1% dengan multimeter sebagai alat pembanding. Pengujian lainnya menunjukkan nilai efisiensi maksimum diperoleh pada frekuensi operasi 53 kHz, yang mengalami pergeseran dari frekuensi resonansi hasil perhitungan. Pada kondisi detuning, peningkatan frekuensi menyebabkan kenaikan arus pada sisi Tx dan tegangan pada sisi Rx, namun diikuti oleh penurunan arus Rx sehingga efisiensi sistem menurun. Fenomena ini mengindikasikan pengaruh pergeseran resonansi sistem WPT.
Copyrights © 2026