Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cashless intensity, disiplin anggaran, dan perencanaan keuangan terhadap profitabilitas UMKM kreatif di Karesidenan Banyumas. Transformasi digital sistem pembayaran melalui QRIS dan kanal non-tunai telah mengubah pola transaksi UMKM, namun peningkatan transaksi belum tentu diikuti peningkatan laba tanpa didukung kapabilitas manajerial yang memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional terhadap 135 responden UMKM kreatif. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan dua model pengukuran profitabilitas, yaitu persepsional dan Net Profit Margin (NPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan, cashless intensity, disiplin anggaran, dan perencanaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Perencanaan keuangan merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi profitabilitas (β = 0,475; p < 0,001). Disiplin anggaran juga berpengaruh signifikan (β = 0,229; p = 0,004), diikuti oleh cashless intensity (β = 0,204; p = 0,013). Model regresi menunjukkan kemampuan penjelasan sebesar 41,2% pada model persepsional dan 30,8% pada model NPM. Temuan ini menegaskan bahwa profitabilitas UMKM kreatif tidak hanya ditentukan oleh digitalisasi pembayaran, tetapi oleh kombinasi kapabilitas digital dan kapabilitas manajerial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa program penguatan UMKM perlu mengintegrasikan literasi pembayaran digital dengan pelatihan penganggaran dan perencanaan keuangan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2025