Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja serta menganalisis dampaknya terhadap kesehatan mental dalam perspektif Agama Islam. Penelitian ini juga menelusuri bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi landasan dalam mengatasi kecemasan, ketidakstabilan emosi, dan perilaku impulsif yang muncul akibat FOMO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur psikologi modern, kajian kesehatan mental remaja, serta sumber-sumber keislaman seperti Al-Qur’an, hadis, dan pandangan para ulama. Analisis dilakukan dengan teknik deskriptif-analitis untuk mengaitkan temuan empiris dengan perspektif nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO berkontribusi terhadap meningkatnya kecemasan, penurunan kepercayaan diri, kecanduan media sosial, dan gangguan konsentrasi pada remaja. Dalam perspektif Islam, FOMO berkaitan dengan lemahnya kontrol diri (mujahadah an-nafs), kurangnya rasa syukur, dan dominasi perbandingan sosial yang dilarang karena dapat menimbulkan kecemasan dan iri hati. Nilai-nilai Islam seperti tawakal, qana’ah, pengendalian hawa nafsu, serta pemanfaatan waktu secara produktif terbukti relevan sebagai strategi preventif dan kuratif untuk menekan dampak negatif FOMO. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lembaga keagamaan dalam memberikan pendidikan literasi digital dan pembinaan spiritual guna memperkuat kesehatan mental remaja secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025