Bank Sampah hadir sebagai salah satu solusi strategis dalam mengatasi permasalahan sampah mulai dari tingkat rumah tangga. Keberadaan bank sampah saat ini telah tersebar di setiap kelurahan, bahkan hingga ke tingkat Rukun Warga (RW). Namun, dalam implementasinya, terdapat dinamika di mana beberapa bank sampah mampu bertahan dan konsisten mengajak warga memilah sampah, sementara sebagian lainnya mengalami kemunduran hingga berhenti beroperasi. Fenomena ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bank sampah sangat bergantung pada faktor kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan dalam pengelolaan bank sampah di Kota Pekanbaru, khususnya pada aspek visi, strategi, dan motivasi. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup ketua atau direktur bank sampah induk dan unit di Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima aspek kepemimpinan krusial yang harus dimiliki pengelola, yaitu visi dan strategi yang jelas, kemampuan memberikan motivasi, komunikasi yang efektif, rasa tanggung jawab yang tinggi, serta kemampuan pengembangan tim. Kepemimpinan yang kuat terbukti mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat dan menjaga konsistensi operasional bank sampah di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi
Copyrights © 2026