Kesenian tradisional merupakan bagian penting dari kebudayaan yang merefleksikan nilai, identitas, dan cara pandang masyarakat terhadap kehidupan. Dalam masyarakat Banjar, kesenian tutur seperti Lamut dan Madihin tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai moral, sosial, dan religius yang berakar pada tradisi lokal dan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesenian Lamut dan Madihin sebagai seni tutur tradisional masyarakat Banjar ditinjau dari aspek sejarah, makna filosofis, identitas budaya, serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui analisis terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan literatur relevan lainnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan cara mengkaji, mengelompokkan, dan mensintesis isi literatur sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lamut dan Madihin memiliki peran strategis sebagai media pewarisan nilai budaya dan pembentukan karakter masyarakat Banjar. Kedua kesenian ini merefleksikan pandangan hidup yang menekankan keseimbangan antara aspek duniawi dan spiritual. Nilai-nilai moral, religius, dan sosial disampaikan melalui cerita, pantun, simbol, serta humor yang komunikatif dan mudah diterima oleh masyarakat. Selain itu, proses akulturasi budaya dalam Lamut dan Madihin memperlihatkan kemampuan masyarakat Banjar dalam mempertahankan jati diri budaya sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Lamut dan Madihin memiliki relevansi sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan dalam konteks pendidikan formal maupun nonformal
Copyrights © 2026