Abstrak Prasarana transportasi jalan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Untuk menjaga fungsinya tetap optimal, perkerasan jalan perlu dirawat secara rutin dan tepat waktu. Namun, banyak ruas jalan di Indonesia mengalami kerusakan yang penanganannya terlambat, menyebabkan kondisi semakin parah dan aktivitas transportasi terganggu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh keterlambatan perbaikan kerusakan permukaan jalan terhadap penurunan daya dukung tanah dasar. Penilaian kondisi jalan menggunakan metode RCI, sedangkan daya dukung tanah dasar dianalisis menggunakan nilai CBR berdasarkan pengujian DCP. Hasil menunjukkan bahwa semakin parah kerusakan jalan, semakin rendah nilai CBR; jalan kondisi baik memiliki CBR rata-rata 18,45, sedangkan kerusakan berat hanya 2,77. Varians antar pengujian rendah, menunjukkan konsistensi data. Hasil ANOVA menunjukkan F hitung 261,80 lebih besar dari F kritis 4,07 dengan P-value < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kerusakan jalan berpengaruh signifikan terhadap penurunan daya dukung tanah dasar. Kata kunci: Pengaruh, Kerusakan Jalan, RCI;Subgrade, CBR, DCP, Anova Abstract Road transportation infrastructure plays a critical role in supporting community mobility and the distribution of goods, thereby contributing to economic growth. To maintain optimal functionality, pavement structures require routine and timely maintenance. However, many road segments in Indonesia suffer from damage whose repairs are often delayed, leading to worsening conditions and disruptions to transportation activities. This study aims to determine the effect of delayed repair of pavement surface distress on the reduction of subgrade bearing capacity. Road condition assessment was conducted using the RCI method, while the subgrade bearing capacity was analyzed based on CBR values obtained from DCP testing. The results indicate that the more severe the road damage, the lower the CBR value; roads in good condition had an average CBR of 18.45, whereas severely damaged roads had only 2.77. The low variance among tests demonstrates data consistency. The ANOVA results show an F-value of 261.80, which is greater than the critical F-value of 4.07, with a P-value < 0.05. Therefore, it can be concluded that road surface damage has a significant effect on the reduction of subgrade bearing capacity. Keywords: Influence, Road Damage, RCI; Subgrade, CBR, DCP, Anova.
Copyrights © 2026