Penelitian ini menganalisis pengaruh beban kerja, etika kerja, dan kebergantungan kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Bupati Pidie, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Data dikumpulkan dari seluruh 121 pegawai (metode sensus) melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares (PLS) melalui SmartPLS 3.0. Hasil menunjukkan bahwa beban kerja, etika kerja, dan kelangsungan kerja tidak berpengaruh langsung signifikan terhadap kinerja pegawai (masing-masing p=0,116; p=0,938; p=0,057), tetapi ketiganya berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (p=0,000; p=0,005; p=0,000). Kepuasan kerja memiliki pengaruh langsung yang sangat kuat dan signifikan terhadap kinerja (p=0,000) serta berperan sebagai perantara penuh (mediasi penuh) dalam hubungan antara variabel ketiga bebas dengan kinerja (semua jalur mediasi signifikan, p<0,01). Model penelitian ini memiliki daya prediksi yang sangat tinggi dengan R² kepuasan kerja = 0,904 (90,4%) dan R² kinerja pegawai = 0,998 (99,8%). Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan bahwa untuk meningkatkan kinerja pegawai, manajemen harus memprioritaskan strategi peningkatan kepuasan kerja, seperti mengelola beban kerja yang proporsional, memperkuat etika kerja dalam budaya organisasi, serta meningkatkan kelangsungan kerja melalui pengembangan karir dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung
Copyrights © 2025