Abstract: This research aims to develop contextual-based Field Work Lecture (KKL) guidelines for students in the History Education Study Program at Universitas PGRI Pontianak. The main problem encountered in previous KKL implementations was the lack of guidelines tailored to local contextual needs, particularly in the application of learning based on the local environment and socio-cultural context. This research employed a Research and Development (R&D) method with a modified Borg & Gall development model consisting of six stages: needs analysis, planning, initial product development, limited trials, product revision, and field trials. The results indicate that these contextual-based KKL guidelines effectively improve students' ability to identify local potential, design KKL activities appropriate to the local socio-cultural context, and strengthen their reflective and collaborative skills. Expert validation indicated a "very feasible" rating with an average score of 91%, while field test results demonstrated a significant increase in students' understanding of contextual learning concepts. Therefore, these guidelines are suitable for use as the official reference for KKL implementation within the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas PGRI Pontianak. Keywords: KKL, contextual learning, guidelines, R&D, history education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pedoman Kuliah Kerja Lapangan (KKL) berbasis kontekstual bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Pontianak. Permasalahan utama yang dihadapi dalam pelaksanaan KKL sebelumnya adalah belum adanya pedoman yang menyesuaikan dengan kebutuhan kontekstual daerah, terutama dalam penerapan pembelajaran berbasis lingkungan dan sosial budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi enam tahap, yaitu: analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba terbatas, revisi produk, dan uji coba lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedoman KKL berbasis kontekstual ini efektif meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi potensi lokal, merancang kegiatan KKL sesuai konteks sosial-budaya daerah, serta memperkuat keterampilan reflektif dan kolaboratif mahasiswa. Validasi ahli menunjukkan kategori “sangat layak” dengan skor rata-rata 91%, sedangkan hasil uji lapangan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa terhadap konsep pembelajaran kontekstual. Dengan demikian, pedoman ini layak diterapkan sebagai acuan resmi pelaksanaan KKL di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Pontianak. Kata kunci: KKL, pembelajaran kontekstual, pedoman, R&D, pendidikan sejarah
Copyrights © 2025