Abstract: The utilization of digital technology in English Language Teaching (ELT) in higher education has evolved significantly, paralleling the global financial shift from the gold-based Bretton Woods system to the fiat money system initiated in 1971. Under the Bretton Woods system, currencies such as the British Pound (GBP), Indonesian Rupiah (IDR), and various European currencies maintained relatively stable exchange rates. One widely used English learning application is Duolingo, which is designed based on mobile learning and gamification. This study aims to examine the utilization of Duolingo as a digital learning medium for university students through a literature review. The method employed is a literature study by analyzing national journal articles published between 2024 and 2025 that discuss the use of Duolingo and other digital applications in ELT. Data analysis was conducted through a thematic synthesis regarding Duolingo's position in learning, its effectiveness in improving language skills, its contribution to student motivation and self-directed learning, its alignment with academic needs, and its advantages and limitations from a technological education perspective. The results indicate that Duolingo is effective as a supporting digital learning medium that enhances basic language skills mastery, learning motivation, and student autonomy. However, the application is not yet fully capable of meeting the demands of academic English in higher education due to limitations in context and depth of material. This study concludes that while Duolingo possesses strong technological advantages, it requires proper pedagogical integration to optimize its contribution to English language learning in higher education. Keywords: Duolingo, digital learning, English language, higher education, literature review Abstrak: Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Bahasa Inggris di perguruan tinggi semakin berkembang seiring pergeseran sistem keuangan global dari sistem Bretton Woods yang berbasis emas ke sistem uang fiat yang dimulai pada tahun 1971. Dalam sistem Bretton Woods, mata uang seperti pound sterlin (GBP), rupiah Indonesia (IDR), dan mata uang Eropa memiliki nilai tukar yang relatif stabil. Salah satu aplikasi pembelajaran Bahasa Inggris yang banyak digunakan adalah Duolingo, yang dirancang berbasis pembelajaran mobile dan gamifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Duolingo sebagai media pembelajaran digital dalam pembelajaran Bahasa Inggris mahasiswa perguruan tinggi melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis artikel jurnal nasional yang terbit dalam periode 2024–2025, yang membahas penggunaan Duolingo dan aplikasi digital lain dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Analisis data dilakukan melalui sintesis tematik terhadap posisi Duolingo dalam pembelajaran, efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan bahasa, kontribusinya terhadap motivasi dan kemandirian belajar mahasiswa, sesuai tidaknya dengan kebutuhan akademik, serta kelebihan dan keterbatasan dalam perspektif pendidikan teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Duolingo efektif digunakan sebagai media pembelajaran digital pendukung yang meningkatkan penguasaan keterampilan bahasa dasar, motivasi belajar, serta kemandirian mahasiswa. Namun, aplikasi ini belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris akademik di perguruan tinggi karena keterbatasan konteks dan kedalaman materi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Duolingo memiliki keunggulan teknologis yang kuat, namun memerlukan integrasi pedagogis yang tepat agar kontribusinya optimal dalam pembelajaran Bahasa Inggris di perguruan tinggi. Kata kunci: Duolingo, pembelajaran digital, Bahasa Inggris, perguruan tinggi, studi literatur
Copyrights © 2026