Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk komunikasi yang dilakukan oleh penyuluh Keluarga Berencana (KB) serta hambatan yang dihadapi dalam mensosialisasikan program Bina Keluarga Balita (BKB) kepada masyarakat di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Program BKB merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak usia dini. Namun, dalam pelaksanaannya, program ini masih menghadapi tantangan di tingkat masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori Difusi Inovasi dengan pendekatan kualitatif deskriptif serta teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 13 orang yang terdiri dari unsur penyuluh KB, kader KB, anggota kelompok BKB, perangkat desa, serta kepala UPTD dan Kasi Pemberdayaan Keluarga. Bentuk komunikasi yang dilakukan penyuluh cukup beragam dan adaptif, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial masyarakat, dukungan pemerintah desa, dan peran aktif kader di tingkat dusun.
Copyrights © 2026