Fenomena pergeseran ruang publik ke ranah digital menjadi latar utama penelitian ini, di mana media sosial terutama YouTube berfungsi sebagai arena baru bagi pembentukan identitas, legitimasi, serta produksi wacana intelektual. Salah satu figur yang menonjol dalam konteks tersebut adalah Ferry Irwandi, seorang kreator konten yang dikenal melalui narasi reflektif dan kritik sosial. Melalui kanal YouTube-nya, menunjukkan bagaimana individu membangun identitas dan wacana melalui strategi komunikasi digital yang terencana dan konsisten. Penelitian ini menganalisis identitas yang dibangun dari konten oleh channel Youtube Ferry Irwandi. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis (CDA) yang berlandaskan teori diskursif. Melalui observasi konten video, dokumentasi, serta analisis komentar audiens untuk memahami relasi,makna, dan praktik sosial dalam proses konstruksi identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi identitas intelektual pada konten channel Ferry Irwandi terbentuk melalui tiga strategi utama, yaitu: (1)framing wacana reflektif yang mengarahkan audiens untuk berpikir kritis dan rasional; (2)kurasi diri dan personal branding yang konsisten dalam gaya visual, naratif, dan retorika; serta (3)komunikasi partisipatif yang mendorong dialog dan keterlibatan aktif audiens. Elemen-elemen naratif, visual, dan gaya komunikasi berperan penting dalam membangun kredibilitas Ferry sebagai figur intelektual publik yang reflektif dan komunikatif. Penelitian ini menunjukkan identitas di ruang digital tidak dibangun secara tunggal oleh kreator, melainkan merupakan hasil konstruksi kolaboratif antara kreator dan audiens melalui praktik komunikasi reflektif dan partisipatif. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa YouTube berpotensi menjadi arena pembentukan intelektualitas publik baru di era media partisipatif, sekaligus membuka ruang bagi kajian komunikasi digital tentang legitimasi, citra, dan otoritas intelektual dalam ruang publik digital.
Copyrights © 2026