Stunting merupakan kegagalan tumbuh kembang anak pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Pada dasarnya anak yang mengalami kegagalan tumbuh kembang atau dalam konsisi Stunting akan sangat rentan terhadap penyakit, kecerdasan kurang normal, dan pada akhirnya akan menyebabkan daya produktivitas rendah sehingga efek jangka panjangnya Angka Kemiskinan akan tinggi. Oleh karena itu, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simalungun periode 2024-2029 telah melakukan perubahan RPJMD Kabupaten Simalungun Tahun 2024-2029 dengan memasukan Indikator Persentase BalitaStunting menjadi Indikator sasaran yang secara otomatis menjadi tanggungjawab semua OPD terkait tidak hanya Dinas Kesehatan PPKB saja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemimpin visioner dalam pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting. Jenis penelitian yang digunakan dalam ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan stranas 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting dari Bappenas yang meliputi Aksi ke 1: AnalisisSituasi, 2: Penyusunan Rencana Kegiatan, 3: Rembuk Stunting, 4: Peraturan Bupati/Walikota tentang Peran Desa, 5: Pembinaan KaderPembangunan Manusia, 6: Sistem Manajemen Data, 7: Pengukuran dan Publikasi Data Stunting, 8: Review Kinerja Tahunan denganteknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melaluli wawancara dan studi dokumentasi. Pencegahanstunting dilakukan melalui 8 aksi integrasi yang terpadu, mencangkup intervensi gizi spesifik dan sensitif. Melalui kegiatan ini makapemerintah Kabupaten Simalungun mampu untuk menyesar kelompok prioritas yang selanjutnya digunakan sebagai kunci pemberian intervensi dan perbaikan tumbuh kembang sehingga keberhasilan dalam rangka menekan angka stunting akan tercapai. Sehingga peneliti memberikan saran sebagai bahan pertimbangan dalam setiap langkah aksi integrasi adanya komitmen pimpinan tertinggi di setiap level sehingga diharapkan program pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan maksimal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Copyrights © 2025