Replanting adalah upaya penanaman ulang pada tanaman perkebunan yang telah melewati masa produktifnya. Replanting menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit. Kesiapan petani didefinisikan sebagai kondisi menyeluruh yang memungkinkan individu untuk mengaplikasikan beragam situasi dan metode usahatani secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor apa saja yang paling signifikan mempengaruhi kesiapan petani dalam melakukan replanting kelapa sawit di Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik yang digunakan untuk mencari hubungan variabel yang bersifat dikotomus (berskala nominal atau ordinal dengan dua kategori) atau polikotomus (mempunyai skala nominal atau ordinal). Data dikumpulkan dari petani melalui wawancara dan observasi lapangan langsung. Hasil menunjukkan kesiapan petani untuk melaksanakan program replanting didorong oleh faktor-faktor internal yang krusial, utamanya adalah penurunan drastis hasil produksi dan umur tanaman yang telah memasuki fase tidak produktif. Melalui analisis regresi logistik, ditemukan bahwa variabel seperti umur petani, tingkat pendidikan, dan jumlah tanggungan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesiapan petani. Sebaliknya, pendapatan tambahan terbukti menjadi variabel yang berpengaruh nyata dan positif, memberikan landasan finansial yang kuat bagi petani untuk memulai program replanting. Variabel tabungan juga turut memengaruhi kesiapan petani secara parsial, berperan sebagai dana mitigasi risiko.
Copyrights © 2026