Penelitian ini mengkaji hubungan antara Arsitektur Tradisional Bali dan Arsitektur Kontemporer Bali serta bagaimana nilai-nilai lokal diterapkan kembali dalam desain modern. Arsitektur Tradisional Bali berlandaskan konsep seperti Tri Hita Karana, Tri Mandala, Sanga Mandala, dan Asta Kosala Kosali yang mengatur orientasi, hierarki ruang, serta harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Sementara itu, Arsitektur Kontemporer Bali berkembang sebagai respons terhadap modernisasi, kemajuan teknologi, dan kebutuhan fungsi baru melalui penggunaan material modern, bentuk yang lebih ekspresif, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis literatur sebagai metode utama untuk memahami prinsip, karakteristik, dan transformasi kedua gaya arsitektur tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa Arsitektur Kontemporer Bali tidak meninggalkan tradisi, melainkan berupaya mengadaptasi nilai-nilai lokal ke dalam konteks masa kini sehingga menghasilkan desain yang tetap beridentitas Bali, namun relevan terhadap kebutuhan ruang modern. Pendekatan integratif ini menjadikan arsitektur Bali mampu berkembang secara berkelanjutan tanpa kehilangan akar budayanya.
Copyrights © 2026