Desa Empat Balai, Kabupaten Kampar menyimpan potensi wisata budaya Melayu Bawi yang belum optimal akibat rendahnya kapasitas digital generasi muda dan minimnya lembaga pengelola. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat adat melalui inovasi sosial berbasis Participatory Action Research (PAR) dan community-based tourism (CBT) terintegrasi Iptek digital. Metode melibatkan musyawarah adat dengan 10 perangkat desa, 2 ninik mamak, dan 20 pemuda untuk identifikasi tradisi prioritas: kenduri, zapin, cerita lisan. Tahap 1 (Minggu 1-2) melakukan FGD dan GIS mapping Google Earth menghasilkan peta potensi wisata plus komitmen adat. Tahap 2 (Minggu 3-7) pelatihan 25 peserta (15 pemuda+10 mahasiswa UIR) via bumi perkemahan di Balai Datuk Singo, workshop seni adat dan digital marketing (Canva, CapCut), skor kapasitas naik 57% (58%→91%). Tahap 3 (Minggu 8-12) fasilitasi Pemerintah Desa membentuk Pokdarwis "Generasi Bawi Mandiri" (SK Desa, 35 anggota, rencana aksi 12 bulan). Hasil: kunjungan wisata naik 120% (60→132 orang/bulan), pendapatan Rp7,5 juta/bulan, kohesi sosial +38%, pelestarian 5 tradisi. Program berkelanjutan dengan multiplier ekonomi Rp15 juta/bulan, menjadi model CBT adat Riau.
Copyrights © 2026