Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Akuntabilitas Pencapaian Visi, Misi, Dan Program Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Terpilih (Studi Bidang Kehutanan Pada RPJMD 2014-2019 Provinsi Riau) Febrian, Ranggi Ade; Handrisal, Handrisal
Kemudi Vol 3 No 1 (2018): KEMUDI: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.44 KB)

Abstract

Tulisan ini dipilih dengan alasan sebagai berikut : pertama akuntabilitas salah satu karakteristik good governance yang digunakan untuk melihat tanggung jawab pemerintah dalam pelaksanaan tugas yang telah menjadi kewenangannya. Sehingga pencapaian visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih khususnya pada bidang kehutanan di Provinsi Riau diharapkan berjalan baik dan mencapai tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat sebagai objek forma dari ilmu pemerintahan itu sendiri. Pemerintahan Visioner/Visionary Governance, Besturen is Vooruitzien dalam bahasan belanda, juga merupakan salah satu asas pemerintahan untuk menciptakan pemerintahan yang mampu memandang jauh kedepan. Kedua Provinsi Riau adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi geografis, geoekonomi, geopolitik yang hingga kini belum dimaksilkan oleh pemerintah daerah Provinsi Riau apalagi bidang kehutanan yang memiliki permasalahan yang berdampak pada masyarakat secara luas baik nasional maupun internasional.
INOVASI DAERAH DARI PERSEPEKTIF REGULASI, KONSEPTUAL, DAN EMPIR (Tinjauan terhadap pasal Pasal 386 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah) Ranggi Ade Febrian
Jurnal Kajian Pemerintah: Journal of Government, Social and Politics Vol. 4 No. 1 (2018): Maret
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.721 KB) | DOI: 10.25299/jkp.2018.vol4(1).2168

Abstract

In Act No. 23 of 2014 there is a chapter that specifically regulates regional innovation. Mentioned that in the framework of improving the performance of Regional Government, Local Government can innovate. Innovation is all form of renewal in the implementation of Regional Government. Initiatives of innovation can come from regional heads, members of parliament, civil state apparatus, regional apparatus, and community members. This regulation becomes a door for the region to make innovations become increasingly clear. Article 386 of the Regional Government Law expressly states, in the framework of improving the performance of local government administration, local government can innovate. Conceptually Rogers (1961) explains that innovation is an idea, practice, or object that is considered new by the individual one unit of other adoption. The variables affecting the innovation diffusion stage include (1) innovation attributes, (2) types of innovation decisions, (3) communication channels, (4) social system conditions, and (5) the role of change agents. West Java Province serve as an example of a region that successfully implemented local innovation. There are three categories of innovation, namely Governance Governance Innovation, Public Service Innovation, and Sectoral Product Innovation. Governance Innovation Governance, aimed at improving Government performance, apparatus professionalism, and expansion of public participation. While Public Service Innovation is designed to build a quality society and competitive. The Sector Product Innovation is designed to build a robust and equitable economy. This success led to the Governor of West Java awarded as Head of Innovative Region 2017. If West Java Province can apply successful regional innovation, why other regions are still afraid to apply it.
Akuntabilitas Pencapaian Visi, Misi, Dan Program Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Terpilih (Studi Bidang Kehutanan Pada RPJMD 2014-2019 Provinsi Riau) Ranggi Ade Febrian; Handrisal Handrisal
Kemudi Vol 3 No 1 (2018): KEMUDI: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.44 KB)

Abstract

Tulisan ini dipilih dengan alasan sebagai berikut : pertama akuntabilitas salah satu karakteristik good governance yang digunakan untuk melihat tanggung jawab pemerintah dalam pelaksanaan tugas yang telah menjadi kewenangannya. Sehingga pencapaian visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih khususnya pada bidang kehutanan di Provinsi Riau diharapkan berjalan baik dan mencapai tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat sebagai objek forma dari ilmu pemerintahan itu sendiri. Pemerintahan Visioner/Visionary Governance, Besturen is Vooruitzien dalam bahasan belanda, juga merupakan salah satu asas pemerintahan untuk menciptakan pemerintahan yang mampu memandang jauh kedepan. Kedua Provinsi Riau adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi geografis, geoekonomi, geopolitik yang hingga kini belum dimaksilkan oleh pemerintah daerah Provinsi Riau apalagi bidang kehutanan yang memiliki permasalahan yang berdampak pada masyarakat secara luas baik nasional maupun internasional.
Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis Andriyus Andriyus; Ranggi Ade Febrian; Handrisal Handrisal; Dita Fisdian Adni
Kemudi Vol 6 No 01 (2021): Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.795 KB) | DOI: 10.31629/kemudi.v6i01.3660

Abstract

In general, the problem associated with Remote Indigenous Communities is accessibility to public facilities that enable them to transform their lives into a better direction. Lack of accessibility to the outside world which causes Remote Indigenous people to fall into various aspects of life such as poverty, low health levels, education levels and others. The purpose of this study was to analyze the Remote Indigenous Community Empowerment by the Bengkalis Regency Government. The results of this study are useful as information and input from the Bengkalis Regency Government in making policies related to the empowerment of Remote Traditional Communities in the Bengkalis Regency Regional Government. The results of this study indicate that the empowerment of Remote Indigenous Communities carried out by the Bengkalis Regency Government. not running properly because seen from human empowerment, social environment and social protection and advocacy is still limited to providing assistance for facilities and infrastructure, there are no concrete steps to improve the quality of the isolated indigenous community. The existence of barriers to empowerment is the limited budget and not yet open to the community of Remote Indigenous Communities to receive new things.
Local government innovation model in Pekanbaru City, Indonesia: a study of public service mall Ranggi Ade Febrian; Khairul Rahman; Ahmad Fitra Yuza; Zainal Zainal
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 13, No 2 (2023): (August 2023)
Publisher : Department of Government Studies Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ojip.v13i2.10137

Abstract

This research aims to find a model for implementing local government innovation in Pekanbaru City. One of the Innovation Public Service Mall innovations with the highest score is SMART PETAKU (Pekanbaru City Government Land Asset Management System) with a score of 820. However, there are still several innovations with the lowest score, one of which is the E-Archive with a score of 0. Using the theory of disruptive innovation ( Yu Hang, 2010), the basic design of this study uses a qualitative method with a descriptive approach from primary data sources obtained from in-depth interview techniques and secondary data, namely passive observation techniques. The research findings show that first, the success of the internal perspective is determined by the indicators of visionary and innovative local government head leadership, the right organizational structure with the establishment of a Public Service Mall, an organizational culture that is not separated from the pathology of democracy, and employee competencies that require development. Second, an external perspective determined by supervision from the Pekanbaru City DPRD, community participation, and appreciation factors that have a significant effect on the performance of the Pekanbaru City Government. Third, the marketing aspect is supported by the existence of a dynamic website from the content and information presented. Fourth is the technological perspective, where the Pekanbaru City Government through the Public Service Mall applies the E-Gov concept with application designs for requests and complaints. The conclusion of the study found the IEMT model with internal, external, market, and technology perspective dimensions. Recommendations for further research are collaborative governance studies in service innovation with the private sector at Public Service Malls which are still disproportionate.
Kapasitas Pemerintah Daerah Dalam Penyelenggaraan Perlindungan Anak Di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau Khairul Rahman; Ranggi Ade Febrian; Mendra Wijaya
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 6 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i6.3425

Abstract

The implementation of child protection in Rokan Hilir Regency is an important issue to study because there are still many cases of children related to physical and verbal violence, sexual violence, child custody, child neglect and children who are in conflict with the law. Violation of children's rights will actually hinder the nation's struggle, because children are the potential and the younger generation to continue the ideals of the nation's struggle. This study emphasizes that in the implementation of child protection, it is necessary to have the capacity of the local government. From the literature review conducted, there are several capacities needed for public organizations, namely the capacity of human resources, organization, systems and networks. This study uses qualitative methods with the main objective of being descriptive and revealing. The informant withdrawal technique used was purposive sampling using interview, observation and documentation data collection techniques. The results of the study found that there were still relatively high cases of children in Rokan Hilir Regency because the capacity of the local government of Rokan Hilir Regency had not been fulfilled in implementing child protection as seen from the dimensions of human resource capacity, financial capacity, organizational capacity, and network capacity.
Pendampingan Pengembangan Pariwisata Di Kampung Sungai Nipah Nagari Painan Selatan Painan Kabupaten Pesisir Selatan Berbasis Difusi Inovasi Ranggi Ade Febrian; Zaini Ali; Rizky Wandri; Zulfhan Azmal
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v3i2.424

Abstract

Kabupaten Pesisir Selatan memiliki cukup banyak destinasi wisata yang menjadi tujuan wisata di provinsi Sumatera Barat seperti Pantai Carocok Painan dengan pulau Cingkuak di kecamatan IV Jurai dan kawasan wisata Mandeh di kecamatan Koto XI Tarusan. Juga terdapat Bukik Langkisau, Air Terjun Bayang Sani, Air Terjun Timbulun, Jembatan Akar dan Batu Kalang Tarusan. Di samping itu kabupaten Pesisir Selatan juga memiliki objek wisata sejarah Rumah Gadang Mandeh Rubiah, Mesjid Tua, Benteng Portugis dan kesenian Rabab Pasisie. Kawasan Mandeh merupakan salah satu Destinasi Utama Pariwisata Kabupaten (DUPK) sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Pesisir Selatan. Masing-masing daerah objek wisata tersebut di atas memiliki berbagai kelemahan sehingga perlu adanya potensi investasi sebagai berikut : 1) penambahan boat dan sumberdaya manusia sebagai pemandu wisata, 2) pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pariwisata, 3) pembangunan infrastruktur dan penambahan wahana atraksi serta infrastruktur permainan laut, 4) pembangunan hotel, resort, salon kecantikan dan SPA, tempat hiburan, biro perjalanan dan travel serta fasilitas lainnya seperti pembangunan pusat kuliner dan pembangunan area wisata pedesaan, pembangunan kolam renang air laut, 5) konservasi biodata endemik. Kampung Sungai Nipah Kenagarian Painan Selatan Kecamatan IV Jurai Kabupaten adalah salah satu daerah yang memiliki potensi wisata alam yang sangat indah. Kombinasi pantai dan pulau-pulau kecil didepannya menjadi keindahan tersendiri di Kampung Sungai Nipah
Strategi Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Lahan di Kenegerian Kedah Malaysia Zainal Zainal; Nur Ali Hanim Hanifiah; Roni Sahindra; Ranggi Ade Febrian; Andriades Sofia
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v4i2.705

Abstract

Isu pencemaran alam sekitar bukan suatu yang baru sebaliknya ia mula disedari sejak puluhan tahun dahulu oleh seorang ahli kimia bernama Rachel Carson menerusi bukunya berjudul Silent Springyang diterbitkan pada tahun 1962. Kesedaran tentang alam sekitar mungkin lebih awal lagi memandangkan buku tersebut diterbitkan pada tahun 1962. Buku tersebut berjudul Silent Springkerana burung yang berkicau riang tidak lagi berlaku disebabkan ancaman racun serangga yang memusnahkan spesies mereka (Bell & Morse 1999, Zaini Ujang 1997). Boleh dikatakan kesemua sarjana kini mengambil detik permulaan kesedaran alam sekitar pada mula penerbitan buku ini kerana ia satu-satunya didokumenkan. Daripada persidangan UNCHE, jelas memerlukan persefahaman antara negara ahli bagi mengatasi masalah alam sekitar yang sedang dihadapi oleh masyarakat dunia. Kira-kira dua dekade berlalu, jalan penyelesaian terhadap masalah alam sekitar belum dicapai oleh dunia. Malahan, keadaan menjadi semakin buruk tahun demi tahun. Kegelapan dalam menangani masalah alam sekitar secara berkesan daripada Persidangan UNCHE telahmenyebabkan wujud satu lagi persidangan dunia tentang alam sekitar. Salah satu penyebab utama dari pencemaran alam ini adalah diakibatkan karena terjadinya terjadi kebakaran hutan ataupun lahan yang selama ini menjadi bencana musiman yang terjadi di Malaysia dan terkadang walaupun kebakaran hutan terjadi di Indonesia akan tetapi Malaysia tetap merasakan dampak dari pencemaran udara yang dirasakan oleh masyarakat yang ada di Malaysia.
Peran Pemerintah Daerah Kota Dumai Provinsi Riau Dalam Penguatan Program Pemberdayaan Sosial Dan Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan Latif, Syahrul Akmal; Febrian, Ranggi Ade; Rahman, Raden Noor Faizh
Jurnal Kajian Pemerintah: Journal of Government, Social and Politics Vol. 9 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jkp.2023.vol9(2).15411

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Dumai dalam penguatan sosial kemasyarakatan. Permasalahan dalam peneltian ini adalah kegiatan rehabilitasi sosial dasar penyandang disabilitas terlantar, anak terlantar, lanjut usia terlantar, serta gelandangan pengemis di luar panti sosial dan penanganan warga negara migran korban tindak kekerasan dihadapkan pada terbatasnya anggaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif eksploratif dengan pendekatan studi kasus yang terjadi di tingkat daerah dengan menggunakan toeri peranan menurut Levinson yaitu norma, personal, dan stuktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama norma mengacu pada Visi dan Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah merupakan pandangan ke depan yang menggambarkan arah, dan tujuan yang ingin dicapai guna menyamakan komitmen seluruh pihak yang berkepentingan dalam menjalankan roda pemerintahan dan melaksanakan pembangunan Kota Dumai. Kedua, terdapat program Kegiatan Rehabilitasi Sosial Dasar Penyandang Disabilitas Terlantar, Anak Terlantar, Lanjut Usia Terlantar, serta Gelandangan Pengemis di Luar Panti Sosial 54,80% dari anggaran. Ketiga, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyakat pada tahun 2022 telah menganggarkan untuk program penanganan warga negara migra senilai Rp. 4.699.507,- dengan realisasi penyerapan anggaran Rp. 4.486.000,- atau 95,46% yang dialokasikan melalui kegiatan dan sub kegiatan. Kesimpulan penelitian ini Pemerintah Daerah Kota Dumai melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan sosial terutama pada program permberdayaan sosial dan penanganan warga negara korban kekerasan.
Analisis Permasalahan Koordinasi Pemerintahan (Tinjauan Konseptual Dan Teoritis) Febrian, Ranggi Ade
WEDANA: Jurnal Kajian Pemerintahan, Politik dan Birokrasi Vol. 1 No. 1 (2015): (April 2025)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of coordination is one of the issues most important rule, the more so after the first world war increasingly difficult but also the greater meaning. In governance, coordination becomes a dominant factor several unsuccessful government in carrying out the functions of development, service delivery, and empowerment functions. Ego sectoral owned government institutions, which impressed prestige to work, ask for help or just inquire with other government agencies is a problem of coordination of government. Coordination role has always been the pivot, and guard the balance and smoothness of rotation of the "machine" that there diseputarnya government, for example, coordinating the development of local governance in Indonesia in Indonseia from time to time. Orientation on common goals is one way to reduce sectoral ego and imitate the Prophet Muhammad's leadership in the implementation of government coordination made will be solutions to problems of coordination of government.