Pengelolaan obat yang tepat menjadi aspek penting bagi kelompok lansia yang rentan mengalami kesalahan terkait perolehan, penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat akibat kondisi polifarmasi serta penurunan fungsi kognitif. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Posyandu Jambu, Kelurahan Karangroto, Kota Semarang, dengan melibatkan 18 peserta yang terdiri atas ibu-ibu posyandu dan lansia, bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan mereka mengenai konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi edukatif dan penggunaan leaflet sebagai media pendukung, serta pengukuran pengetahuan melalui kuesioner pretest dan posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 8,83 menjadi 9,94, meskipun uji statistik paired t-test menunjukkan nilai p = 0,111 (p > 0,05), sehingga peningkatan tersebut tidak signifikan secara statistik. Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman pada aspek penggunaan obat sesuai etiket dan pemilihan tempat memperoleh obat yang aman, namun masih ditemukan kelemahan pada aspek penyimpanan dan pembuangan obat. Temuan ini mengindikasikan bahwa satu sesi penyuluhan belum optimal bagi kelompok lansia, sehingga intervensi edukatif yang terstruktur, berulang, dan didukung media multisensori diperlukan untuk memaksimalkan pemahaman dan perubahan perilaku dalam pengelolaan obat.
Copyrights © 2026