Permasalahan pencatatan keuangan yang belum terstruktur masih menjadi kendala utama dalam pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat, termasuk pada TPS3R Muara Abu di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang. Pencatatan manual yang dilakukan selama ini menyebabkan kesulitan dalam mengetahui posisi keuangan riil, sering terjadi selisih saldo tabungan nasabah, serta terbatasnya kemampuan pengelola dalam melakukan evaluasi dan perencanaan keuangan. Kondisi ini berpotensi menghambat keberlanjutan TPS3R sebagai unit usaha berbasis ekonomi sirkular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola TPS3R Muara Abu dalam manajemen administrasi finansial, khususnya pembukuan akuntansi. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui dua tahapan, yaitu penguatan pemahaman konseptual pencatatan keuangan dan praktik langsung penggunaan Microsoft Excel sebagai alat pembukuan. Kegiatan diikuti oleh Ketua dan Bendahara TPS3R sebagai pengelola inti. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pengelola dalam pencatatan keuangan, ditunjukkan dengan tersusunnya buku kas, rekap tabungan nasabah, laporan keuangan periodik, pencatatan stok, serta daftar aset dan depresiasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat tata kelola keuangan TPS3R Muara Abu sebagai fondasi pengembangan bank sampah yang profesional dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026