Salah satu aspek penting yang harus dikembangkan sejak dini adalah kemampuan numerasi. Pada jenjang PAUD kemampuan numerasi merupakam kemampuan dasar yang mencakup pemahaman bilangan, pola, pengukuran, geometri dan analisi data sederhana hingga penerapan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kuntitatif dengan desain quasi experimental dengan menggunakan desain non-equivalent kontrol group design. Sampel penelitian berjumlah 20 orang anak terdiri atas 10 anak kelompok eksperiment dan 10 anak kelompok kontrol. Kelompok eksperiment memperoleh pembelajaran STEAM berbasis budaya lokal Bugis Makassar, sedangkan kelompok kontrol menggunakan STEAM secara umum. Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan dokumentasi berdasarkan indicator numerasi kurikulum Merdeka. Analisis data menggunakan N-Gain dan uji-t dua sampel independent. Hasil penelitian menjukkan rata-rata N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0.86 berada pada kategori tinggi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0,55 berada pada kategori sedang. Hasil Uji Hipotesis menunjukkan nilai t = 14,4444 dengan p = 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak H1 diterima. Dengan demikian pembelajaran STEAM berbasis budaya lokal Bugis Makassar terbukti memberikan pengaruh signifikant dan lebih efektif dalam meningkatkan numerasi anak usia 5-6 tahun dibandingkan dengan pembelajaran STEAM secara umum. Integrasi konteks budaya lokal seperti rumah adat Bugis Makassar, kapal pinisi dan lipa sabbe menjadikan pemebelajaran Numerasi lebih konkret, konstektual dan bermakna bagi anak usia dini.
Copyrights © 2026