Malaria selama kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah endemik dan berisiko menimbulkan dampak serius bagi ibu maupun janin. Penggunaan kelambu berinsektisida merupakan salah satu upaya pencegahan yang efektif, namun kepatuhan ibu hamil dalam penggunaannya masih rendah. Pendidikan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku pencegahan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam penggunaan kelambu berinsektisida. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental pretest–posttest pada satu kelompok. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Nabarua pada bulan September hingga Desember 2025 dengan sampel sebanyak 33 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi pendidikan kesehatan diberikan selama 30–45 menit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon sesuai dengan distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil yang bermakna secara statistik setelah diberikan pendidikan kesehatan (p < 0,05). Kesimpulannya, pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dan perlu diintegrasikan secara rutin dalam pelayanan antenatal care di daerah endemik malaria.
Copyrights © 2026