Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Media Video Terhadap Ketrampilan Pemeriksaan Glukosa Urin Pada Mahasiswi Kebidanan Tingkat II Prodi D-III Kebidanan Manokwari Dyan Puji Puji Lestari; Deasy Erawati; Erismawati Erismawati
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.037 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i7.6912

Abstract

ABSTRACT Gestational Diabetes Mellitus (DMG) is a carbohydrate tolerance disorder that increases blood sugar levels and can be detected early during the second and third trimesters of pregnancy. GDM can occur at around 24 weeks of gestation and in some patients will return to normal after delivery. To establish the diagnosis of DMG required laboratory tests. One of the laboratory tests that can be performed in obstetric services is urine glucose examination using the Benedict's method. This study aims to determine the effect of video media on students' skills in conducting urine glucose examinations.This type of research is a quasi-experimental research with a pretest and posttest control group research design. This study was divided into 2 groups, namely the intervention group and the control group. The intervention group was the group that was given the video intervention for urine glucose examination. Based on the results of the study, it was found that in the intervention group the average skill score before being given the video was 55.88 and after being given the video, the average urine glucose examination skill score was 91.75. While the control group's average skill without treatment was 59.69 and the average value after was 71.56. The results of the statistical test showed a p-value of 0.000, which means that there was a difference in the mean score of urine glucose examination skills between the intervention and control groups. The use of video media contributes to improving students' skills in conducting urine glucose examinations. Keywords : Video Media, Urine Glucose Examination Skills ABSTRAK Diabetes Mellitus Gestational (DMG) ialah suatu gangguan toleransi karbohidrat yang meningkatkan kadar gula darah dan dapat dideteksi secara awal pada saat kehamilan trimester kedua dan ketiga. DMG bisa terjadi pada saat  usia kehamilan berkisar 24 minggu  dan pada beberapa penderita akan kembali normal setelah melahirkan. Untuk menegakkan diagnosis DMG diperlukan pemeriksaan laboratorium. Salah satu pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan dalam pelayanan kebidanan yaitu pemeriksaan glukosa urin dengan metode benedict. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video terhadap ketrampilan mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan glukosa urin. Jenis penelitian adalah penelitian quasy eksperimen dengan desain penelitian control grup pretest dan posttest. Penelitian ini terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi adalah kelompok yang diberikan intervensi Video pemeriksaan glukosa urin. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil pada kelompok intervensi rata-rata nilai ketrampilan sebelum diberikan video sebesar 55.88 dan setelah diberikan video, rata- rata nilai ketrampilan pemeriksaan glukosa urin menjadi 91,75. Sedangkan kelompok kontrol rata-rata ketrampilan tanpa perlakuan yaitu sebesar 59.69 dan nilai rata-rata setelah yaitu 71.56. Hasil uji Statistik menunjukan nilai p-value  0,000 yang berarti  adanya perbedaan rerata nilai ketrampilan pemeriksaan glukosa urin antara kelompok intervensi dan kontrol.Penggunaan media video berkontribusi meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan glukosa urin. Kata Kunci : Media Video, Keterampilan Pemeriksaan Glukosa Urine
Edukasi Pencegahan Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar Dian Puji Lestari; Deasy Erawati; Erismawati Erismawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10202

Abstract

ABSTRAK Penyakit kecacingan ini dapat menginfeksi semua umur, tetapi yang sangat rentan untuk terinfeksi yaitu pada anak balita dan usia sekolah dasar (SD) yang berusia 5 hingga 14 tahun.  Menurut Winita et al., (2012) untuk dapat memutus mata rantai kecacingan  serta menurunkan angka infeksi kecacingan di sekolah dapat dilakukan dengan memberikan informasi atau edukasi. Pemberian edukasi mengenai penyakit kecacingan dapat meningkatkan pengetahuan siswa terkait pencegahan cacingan Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pendampingan siswa dan siswi dalam melakukan pencegahan kecacingan. Metode dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pelatihan menggunakan media permainan dan video serta melakukan pendampingan terhadap penyakit kecacingan. Sasaran dalam pengabdian ini adalah siswa dan siswi kelas 1A dan 1B SD Inpres 36 Wasegi Indah. Setelah dilakukan penyuluhan dan pendampingan akan dievaluasi hasil edukasi yang telah diberikan dengan menggunakan kuisioner untuk mengevaluasi pengetahuan siswa dan siswi mengenai penyakit kecacingan dan pencegahannya setelah 1 minggu diberikan penyuluhan melalui media permainan dan video edukatif. Hasil pengukuran pengetahuan siswa dan siswi mengalami perubahan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan pada kategori cukup sebanyak 5 orang (10,6%) dan kurang 42 orang 89,4%) setelah diberikan meningkat menjadi kategori baik seluruhnya atau (100%). Untuk rata-rata nilai pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan pada 12,30. Setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 44,23. Kemudian untuk kemampuan keterampilan 6 langkah cuci tangan dengan benar setelah diberikan penyuluan paling banyak anak-anak dengan keterampilan dengan nilai kategori sesuai yaitu dengan melakukan cuci tangan 6 langkah secara berurutan dari langkah 1-6 berjumlah 25 orang (53%). Dengan adanya kegiatan pengabdian dengan menggunakan media bermain dan video dapat meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan siswa/siswi SD Wasegi Indah. Kata Kunci:  Pencegahan Kecacingan, Media Permainan, Video Pengetahuan  ABSTRACT          This helminthic disease can infect all ages, but those who are most susceptible to infection are toddlers and elementary school age (SD) aged 5 to 14 years. According to Winita et al., (2012) to be able to break the worm chain and reduce the number of worm infections in schools can be done by providing information or education. Providing education about helminthiasis can increase students' knowledge regarding the prevention of worms. The purpose of this training is to increase the knowledge and assistance of students in preventing worms. The method in this service is to conduct training using game and video media and provide assistance for helminthiasis. The targets in this service are class 1A and 1B students of SD Inpres 36 Wasegi Indah. After counseling and mentoring will be evaluated on the results of the education that has been given using a questionnaire to evaluate students' knowledge about helminthiasis and its prevention after 1 week of being given counseling through educational games and video media. The results of measuring the knowledge of students and female students experienced changes before and after being given counseling in the sufficient category of 5 people (10.6%) and less 42 people 89.4%) after being given it increased to a good category entirely or (100%). For the average value of knowledge before being given counseling at 12.30. After being given counseling it increased to 44.23. Then for the 6-step skill of washing hands properly after being given counseling, the most children with skills with appropriate category values are by doing 6-step hand washing sequentially from steps 1-6 totaling 25 people (53%). With the existence of community service activities using playing media and videos can increase the knowledge and skills of Wasegi Indah Elementary School students. Keywords: Prevention of Worms, Game Media, Knowledge Video
Pengaruh Media Video Terhadap Ketrampilan Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV) pada Mahasiwa Keperawatan Prodi D-III Keperawatan Manokwari Nunuk Pratiwi; Erismawati Erismawati; Alfonsina Adriana Warikar; Dyan Puji Lestari
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.11784

Abstract

ABSTRACT Checking vital signs plays an important role in the emergency department (IGD) and in the ward. This examination is useful for determining patients who are at risk of worsening. So the importance of monitoring vital signs in clinical practice. This research aims to analyze the influence of video media on students' Vital Signs Examination (TTV) skills. The type of research is quasi-experimental research with a pretest and posttest control group research design. This research was divided into 2 groups, namely the intervention group and the control group. The intervention group was the group that was given video intervention and a checklist, while the control group was given a checklist. The results of the study showed that there was a difference in TTV examination skill scores before and after treatment in both the intervention group and the control group with a p value α value (0.05) and there was no difference in TTV examination skill scores either before treatment or after treatment between control group and intervention group with a p value α value (0.05). The conclusion is that learning media using video education about TTV examinations has an effect on increasing the TTV examination skill scores of Manokwari D.III Nursing Study Program students after being given intervention and understanding more about the procedures to be carried out. Keywords : Skills, Nursing, Vital Signs  ABSTRAK Pemeriksaan tanda-tanda vital menjadi peran penting pada ruangan departemen darurat (IGD) dan pada ruang bangsal, pemeriksaan ini berguna untuk menentukan pasien yang berisiko mengalami perburukan. Sehingga pentingnya pemantauan tanda-tanda vital dalam praktik klinis. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis pengaruh media video terhadap ketrampilan Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV) pada mahasiswa. Jenis penelitian adalah penelitian quasy eksperimen dengan desain penelitian control grup pretest dan posttest. Penelitian ini terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi adalah kelompok yang diberikan intervensi Video dan checklist, sedangkan kelompok kontrol diberikan cheklist. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan nilai keterampilan keterampilan pemeriksaan TTV sebelum dan sesudah perlakuan baik pada kelompok intervensi maupun pada kelompok kontrol dengan nilai p value nilai α (0,05)  dan tidak terdapat perbedaan nilai keterampilan pemeriksaan TTV baik sebelum perlakuan maupun sesudah perlakuan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan nilai p value nilai α (0,05). Kesimpulan yaitu media pembelajaran menggunakan edukasi video tentang pemeriksaan TTV berpengaruh terhadap peningkatan nilai keterampilan pemeriksaan TTV Mahasiswi Prodi D.III Keperawatan Manokwari setelah diberikan intervensi dan lebih memahami mengenai prosedur yang akan dilakukan. Kata Kunci: Keterampilan, Keperawatan, Tanda-tanda Vital
Pengembangan Alat Peraga Sabvida (Saya Bisa Periksa Dalam) Sederhana sebagai Alat Penunjang Praktikum Pemeriksaan dalam Pada Ibu Bersalin Dyan Puji Lestari; Mirna Wigunarti; Deasy Erawati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.12105

Abstract

ABSTRACT Practical learning is a student learning process that prioritizes skills, namely the application of theory in the form of actual practice. One of the competencies that students must master is assisting with normal childbirth with the 60 Steps for Normal Childbirth Care (APN). The 7th step of Normal Childbirth care is to ensure complete opening by carrying out an internal examination. The practice of internal examination (Vaginal Touche) is carried out in the laboratory using learning media in the form of teaching aids and guided by laboratory instructors and teaching lecturers. The Manokwari D-III Midwifery Study Program Laboratory has 2 cervical dilatation examination equipment, but the phantom has weaknesses. This research aims to develop simple internal examination teaching aids to support practical activities in the laboratory. This type of research is research and development (Research and Development/RD) using research steps by Borg Gall which are modified in three major steps starting with a preliminary study and continuing with product development and testing as the final result of research activities. The research subjects were 44 respondents consisting of students and a team of experts (lecturers and CI). The sample collection technique uses purposive sampling technique. The place where the research was carried out was in the integrated laboratory of the D-III Nursing and Midwifery Study Program, Manokwari, Health Polytechnic, Ministry of Health, Sorong, with the implementation time being May-August 2023. The product validation test results by the expert team showed an average score of 4, which means agree/feasible. For small and large group field trials, the same average score was obtained, namely 4, meaning agree/feasible. So this Sabvida teaching aid can be used as support in student practicum. Keywords: Internal Examination, Teaching Aids, Laboratory, Obstetrics  ABSTRAK Pembelajaran praktik merupakan proses belajar siswa yang lebih mengutamakan keterampilan (skill) yaitu penerapan teori dalam bentuk praktik yang sesungguhnya. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa adalah pertolongan persalinan normal dengan 60 Langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Langkah ke-7 dari asuhan Persalinan Normal adalah memastikan pembukaan lengkap dengan melakukan pemeriksaan dalam. Praktik pemeriksaan dalam (Vaginal Touche) dilakukan di laboratorium dengan menggunakan media belajar berupa alat peraga dan dibimbing oleh instruktur laboratorium dan dosen pengajar. Laboratorium Prodi D-III Kebidanan Manokwari memiliki 2 alat peraga pemeriksaan dilatasi serviks, akan tetapi phantom tersebut memiliki kelemahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga pemeriksaan dalam sederhana sebagai penunjang dalam kegiatan praktikum di laboratorium. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/ RD) dengan menggunakan langkah penelitian oleh Borg Gall yang dimodifikasi dalam tiga langkah besar diawali dengan studi pendahuluan dan dilanjutkan dengan pengembangan produk dan pengujian sebagai hasil akhir dari kegiatan penelitian. Subjek penelitian berjumlah 44 responden yang terdiri atas mahasiswa dan tim ahli (dosen dan CI). Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Tempat pelaksanaan penelitian yaitu di laboratorium terpadu Prodi D-III keperawatan dan Kebidanan Manokwari Poltekkes Kemenkes Sorong dengan waktu pelaksanaan pada bulan Mei-Agustus 2023. Hasil uji validates produk oleh tim ahli menujukan skor rata-rata yaitu 4 yang artinya setuju/ layak. Untk uji coba lapangan kelompok kecil dan besar didapatkan skor rata-rata yang sama yaitu 4 artinya setuju/ layak. Sehingga alat peraga Sabvida ini dapat digunakan sebagai penunjang dalam praktikum mahasiswa.  Kata Kunci:  Pemeriksaan Dalam, Alat Peraga, Laboratorium, Kebidanan
Edukasi dan Pemeriksaan Glukosa Darah Sewaktu (GDS) Sebagai Upaya Deteksi Dini Diabetes pada Lansia di Distrik Demta Kabupaten Jayapura Kurniawan, Fajar Bakti; Lestari, Dyan Puji; Simanjuntak, Roganda
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1442

Abstract

Globally, the number of individuals with diabetes aged 20–79 is approximately 540 million and is expected to continue rising. The majority of diabetes cases, around 90%, are diagnosed as type 2 diabetes mellitus (T2DM). The impact of diabetes is associated with several chronic complications. These complications contribute to a decline in quality of life and may lead to a loss of independence, particularly among elderly patients. One approach to addressing diabetes-related health issues in elderly patients is through preventive and promotive efforts. One such effort is health screening for elderly individuals, aimed at early disease detection or preventing the onset of diabetes. Regular blood glucose testing is recommended, especially for individuals whose glucose levels exceed the normal threshold, to ensure timely treatment and prevention. In addition to routine blood glucose monitoring, increasing public awareness and knowledge about diabetes mellitus is essential to facilitate early prevention efforts. As a result of this initiative, several respondents with diabetes were identified, and there was an increase in knowledge regarding diabetes and its prevention.
Minuman Smoothies Kurma Meningkatkan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Lengan Atas Remaja Putri Kekurangan Energi Kronis Lestari, Dyan Puji; As'ad, Suryani; Ahmad, Mardiana; Usman, Andi Nilawati; Hidayanty, Healthy; Rafiah, Sitti
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2024.8.2.16363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian smoothies kurma terhadap indeks massa tabuh (IMT) dan lingkar lengan atas (LILA) remaja dengan KEK dan anemia. Desain penelitian quasy experimental dengan control grup pretest dan posttest. Penelitian ini terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi diberikan 150 ml smoothies kurma dan kelompok kontrol diberikan 150 ml susu UHT tanpa kurma, masing-masing diberikan selama 60 hari dan dilakukan pemeriksaan IMT dan LILA. Analisis0data menggunakan uji0T-test, uji Mann-Whitney, dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan IMT pada kelompok intervensi adalah 0,21 kg/m2 sedangkan pada kelompok kontrol adalah 0,18 kg/m2. Peningkatan LILA pada kelompok intervensi adalah 0,21 cm sedangkan kelompok kontrol adalah 0,35 cm. Terdapat perbedaan signifikan pada IMT kelompok intervensi dan kontrol setelah perlakuan, serta pada LILA kelompok intervensi sebelum dan sesudah perlakuan (p-value = 0,002). Kesimpulannya yaitu mengkonsumsi smoothies kurma mampu meningkatkan IMT dan LILA pada remaja putri dengan KEK dan anemia.
Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan Malaria Arisjulyanto, Dedy; Kusuma, Ardhanari Hendra; Lestari, Dian Puji; Suharmanto; Ilmidin
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v3i3.113

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di wilayah endemis seperti Kabupaten Kepulauan Yapen. Kurangnya pengetahuan masyarakat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya perilaku pencegahan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan malaria di Kampung Turu, Distrik Yapen Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 50 orang yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor pengetahuan setelah penyuluhan (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan menggunakan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan malaria. Oleh karena itu, penggunaan media cetak seperti leaflet perlu terus dikembangkan dalam program edukasi kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif terhadap penyakit menular.
Optimalisasi Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dan Training of Trainers (TOT) Wigunarti, Mirna; Simanjuntak, Melicha Kristine; Erismawati, Erismawati; Lestari, Dian Puji
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i2.395

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya untuk meningkatkan dan membentuk sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Sudah sejak lama Pemerintah Indonesia sudah memberlakukan aturan Imunisasi Dasar Lengkap bagi bayi usia 0-12 bulan namun belum semua bayi mendapatkannya secara lengkap. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan peran kader dalam peningkatan pencapaian cakupan Imunisasi Dasar Lengkap pada bayi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2024 di Laboratorium Terpadu Kebidanan Manokwari, Poltekkes Kemenkes Sorong. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 14 orang terdiri dari 2 orang bidan dan 12 orang kader. Metode yang digunakan mencakup pemaparan materi dan pelatihan menggunakan media bantu lembar balik. Lembar balik yang digunakan adalah hasil rancangan tim Pengabdi. Tujuan dari kegiatan ini adalah menghasilkan kader yang terampil dalam memberikan edukasi dan mampu menerapkannya dipelayanan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi seluruh peserta dinyatakan kompeten dengan nilai rata-rata praktik penyuluhan sebesar 78,3 dan terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 10,33 poin. Diharapkan pelatihan dan edukasi ini dapat diberikan secara berkelanjutan dengan menggunakan media edukasi yang lebih beragam serta menggunakan bahasa daerah setempat.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Penggunaan Kelambu Berinsektisida Di UPTD Puskesmas Nabarua Popang, Christina Tien; Sulistiyowati, Anisa Nanang; Lestari, Dyan Puji
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i1.182

Abstract

Malaria selama kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah endemik dan berisiko menimbulkan dampak serius bagi ibu maupun janin. Penggunaan kelambu berinsektisida merupakan salah satu upaya pencegahan yang efektif, namun kepatuhan ibu hamil dalam penggunaannya masih rendah. Pendidikan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku pencegahan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam penggunaan kelambu berinsektisida. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental pretest–posttest pada satu kelompok. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Nabarua pada bulan September hingga Desember 2025 dengan sampel sebanyak 33 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi pendidikan kesehatan diberikan selama 30–45 menit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon sesuai dengan distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil yang bermakna secara statistik setelah diberikan pendidikan kesehatan (p < 0,05). Kesimpulannya, pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dan perlu diintegrasikan secara rutin dalam pelayanan antenatal care di daerah endemik malaria.