Abstract Pemberian tugas terstruktur dipandang sebagai pendekatan inovatif yang diamanatkan Permendikbudristek No. 3 Tahun 2020 untuk mendukung capaian belajar dan penguatan kompetensi mahasiswa. Namun, implementasinya di lapangan, khususnya pada mahasiswa PJKR UM Offering A 2023, belum optimal. Hanya sedikit mata kuliah yang menerapkannya secara konsisten, berpotensi menghambat pencapaian hasil belajar, pendalaman konsep, serta pengembangan berpikir kritis dan karakter.Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi mahasiswa mengenai pelaksanaan tugas terstruktur. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif melalui kuesioner dengan 25 responden dari PJKR UM Offering A 2023. Temuan positif dari offering ini dapat menjadi dasar untuk menjajaki penerapan model serupa (dengan penyesuaian) pada offering atau program studi lain di lingkungan PJKR atau fakultas, guna meningkatkan kualitas pembelajaran secara lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tugas terstruktur dipandang sebagai sarana efektif untuk membangun dan menguatkan kedisiplinan akademik. Secara keseluruhan, implementasi tugas terstruktur diterima sebagai bagian yang konstruktif dari proses pembelajaran. Keywords: student perceptions, structured assignments, innovative learning
Copyrights © 2026