Cyberbullying merupakan perbuatan menyakiti seseorang yang dilakukan secara sengaja dengan cara mengirimkan bahan yang berbahaya dan disebarluaskan melalui media sosial, email atau media komunikasi lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku cyberbullying pada siswa MTsN 6 Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Responden pada penelitian ini berjumlah 266 siswa dengan rician: 149 siswa kelas VII dan 117 siswa kelas IX MTs N 6 Padang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Stratified random sampling dengan jumlah 266 siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis product moment corellation. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecerdasan emosional siswa MTs N 6 Padang berada pada kategori tinggidan perilaku cyberbullying berada pada kategori rendah. Kemudian ditemukan hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan perilaku cyberbullying, di mana semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin rendah cyberbullying. Implikasi penelitian ini dapat menjadi acuan bagi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling, khususnya layanan informasi, dan bimbingan kelompok, yang berfokus pada pengembangan kecerdasan emosional siswa untuk mencegah terjadinya cyberbullying serta memberikan pemahaman kepada siswa tentang etika digital, menumbuhkan empati dan pengendalian emosi.
Copyrights © 2026