Fenomena post-truth menjadi tantangan serius dalam Pendidikan Pancasila, di mana opini sering kali lebih berpengaruh daripada fakta objektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui metode pembelajaran debat aktif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah 40 mahasiswa pada mata kuliah Pendidikan Pancasila. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kritis dan lembar observasi aktivitas mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: pada pra-siklus, rata-rata nilai berpikir kritis hanya 62,5 (Kategori Rendah), meningkat menjadi 74,2 pada Siklus I (Kategori Cukup), dan mencapai 86,8 pada Siklus II (Kategori Sangat Tinggi). Temuan ini membuktikan bahwa metode debat aktif efektif sebagai instrumen stimulasi nalar kritis dalam menangkal narasi destruktif di era post-truth.
Copyrights © 2026