Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi simbolisasi kecantikan wanita Jawa dalam Naskah Serat Raden Saputra BR 378 serta menganalisis pergeseran makna simbolik tersebut dalam konteks masyarakat Jawa modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan filologi sebagai landasan kerja untuk menghasilkan teks yang layak dianalisis, serta teori semiotika Charles Sanders Peirce sebagai perangkat analisis makna. Data penelitian berupa satuan-satuan bahasa dalam naskah yang memuat gambaran kecantikan perempuan, yang diperoleh melalui tahapan inventarisasi, transliterasi, penyuntingan, penerjemahan, dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol kecantikan dalam Serat Raden Saputra BR 378 bersifat holistik dan mencakup dimensi fisik, moral, serta spiritual. Simbol-simbol seperti lintang, bawana, widyadari, suteja, hning, emas, daun mimba, dan cempaka kuning merepresentasikan perempuan ideal sebagai sosok yang memiliki kejernihan batin, keluhuran budi, keselarasan hidup, dan daya memberi bagi lingkungannya. Namun, dalam masyarakat Jawa modern, makna kecantikan mengalami pergeseran yang cenderung menitikberatkan pada aspek visual dan fisik, seiring dengan pengaruh media massa dan budaya populer. Pergeseran tersebut menunjukkan terjadinya reduksi nilai etis dan spiritual dalam konstruksi kecantikan perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra Jawa klasik tidak hanya berfungsi sebagai artefak budaya, tetapi juga sebagai sumber nilai yang relevan untuk merefleksikan dan menafsir ulang konsep kecantikan perempuan di tengah dinamika budaya modern.
Copyrights © 2026