Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Representation of Symbols of Faith Through Isbat “Ngangsu Banyu Apikulan Warih, Amek Geni Dedamar" In Suluk Baka: Representasi Simbol Keimanan Melalui Isbat “Ngangsu Banyu Apikulan Warih, Amek Geni Dedamar” Dalam Suluk Baka Hertanto, Icha; Rahmawati, De; Novia, Sinta
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 1 (2025): Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v21n1.p79-92

Abstract

Keimanan menjadi salah satu yang penting bagi kehidupan beragama. Keimanan berarti percaya, seringkali kita ketahui bahwa keimanan atau iman menjadi dasar kita dalam memeluk suatu agama. Keimanan atau iman sendiri menimbulkan hal positif bagi kehidupan kita, karena keimanan atau iman muncul karena dasar kepercayaan, dari kepercayaan tersebut menimbulkan sikap patuh dan taat, sederhananya patuh dan taat kepada perintah dan larangan yang sudah ditetapkan oleh tuhan yang maha esa. Suluk baka sendiri menjelaskan mengenai hubungan antara tuhan dan makhluk ciptaanya, dan hal menarik yakni mengenai keimanan atau iman yang tersirat pada berberapa isbat yang ada pada suluk tersebut. Sehingga artikel kami mengambil judul “ Representasi simbol keimanan dalam isbat “ Ngangsu banyu apikulan warih, amek geni adedamar “ dalam suluk baka. Penlitian ini dilatarbelakangi karena pentingnya keimanan dalam kehidupan khususnya kehidupan beragama dengan menggunakan teori semiotik menurut Charles sanders pierce. Penelitian ini diharapkan bias memberikan informasi mengenai representasi simbol keimanan dalam bentuk isbat yang ada pada suluk baka yang menjadi acuan dalam mempertahankan dan meningkatkan keimanan.
Identifikasi Dan Pergeseran Makna Simbolisasi Kecantikan Wanita Jawa Pada Naskah Serat Raden Saputra BR 378 Terhadap Masyarakat Jawa Modern Hertanto, Icha; Utami, Respati Retno
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi simbolisasi kecantikan wanita Jawa dalam Naskah Serat Raden Saputra BR 378 serta menganalisis pergeseran makna simbolik tersebut dalam konteks masyarakat Jawa modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan filologi sebagai landasan kerja untuk menghasilkan teks yang layak dianalisis, serta teori semiotika Charles Sanders Peirce sebagai perangkat analisis makna. Data penelitian berupa satuan-satuan bahasa dalam naskah yang memuat gambaran kecantikan perempuan, yang diperoleh melalui tahapan inventarisasi, transliterasi, penyuntingan, penerjemahan, dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol kecantikan dalam Serat Raden Saputra BR 378 bersifat holistik dan mencakup dimensi fisik, moral, serta spiritual. Simbol-simbol seperti lintang, bawana, widyadari, suteja, hning, emas, daun mimba, dan cempaka kuning merepresentasikan perempuan ideal sebagai sosok yang memiliki kejernihan batin, keluhuran budi, keselarasan hidup, dan daya memberi bagi lingkungannya. Namun, dalam masyarakat Jawa modern, makna kecantikan mengalami pergeseran yang cenderung menitikberatkan pada aspek visual dan fisik, seiring dengan pengaruh media massa dan budaya populer. Pergeseran tersebut menunjukkan terjadinya reduksi nilai etis dan spiritual dalam konstruksi kecantikan perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra Jawa klasik tidak hanya berfungsi sebagai artefak budaya, tetapi juga sebagai sumber nilai yang relevan untuk merefleksikan dan menafsir ulang konsep kecantikan perempuan di tengah dinamika budaya modern.