Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ambiguitas dan interpretasi ganda yang muncul dalam bahasa di media sosial Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan keadaan suatu kelompok, objek, kondisi, pola pikir, atau peristiwa tertentu pada masa sekarang. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang menunjukkan adanya ambiguitas maupun interpretasi ganda. Sumber data berasal dari berbagai unggahan di media sosial, khususnya Instagram. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: (1) reduksi data untuk menyaring data relevan, (2) penyajian data guna mempermudah pemahaman terhadap fenomena yang dikaji, dan (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan diksi, struktur kalimat, penggunaan bahasa gaul (slang), serta idiom dalam komunikasi publik perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan konteks serta karakter pembaca. Ketidaktepatan pada aspek-aspek tersebut dapat menimbulkan ambiguitas, interpretasi ganda, kesalahpahaman, bahkan pelanggaran etika komunikasi. Ambiguitas tidak hanya berpotensi menimbulkan kekeliruan dalam penyampaian pesan, tetapi juga dapat memengaruhi pembentukan opini publik secara keliru.
Copyrights © 2025