Perilaku siswa yang hiperaktif masih menjadi tantangan dalam praktik pembelajaran di kelas, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif. Siswa dengan karakteristik hiperaktif atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) cenderung mengalami kesulitan memusatkan perhatian, menunjukkan perilaku impulsif, serta memiliki aktivitas motorik yang berlebihan. Kondisi ini dapat menghambat proses belajar siswa dan memengaruhi iklim pembelajaran di kelas secara keseluruhan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru dalam menghadapi perilaku siswa hiperaktif di kelas berdasarkan temuan penelitian terkini. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelaahan jurnal nasional dan internasional yang relevan dan dipublikasikan pada tahun 2022–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang efektif meliputi pendekatan individual, pengelolaan kelas yang terstruktur dan konsisten, penerapan penguatan positif, penggunaan metode pembelajaran adaptif, serta kolaborasi antara guru dan orang tua. Strategi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa hiperaktif sekaligus menciptakan suasana kelas yang lebih kondusif dan inklusif.
Copyrights © 2025