Peningkatan pembangunan infrastruktur jalan menuntut ketersediaan material konstruksi yang memadai, khususnya agregat halus sebagai penyusun campuran aspal beton. Namun ketersedian material konvensional semakin terbatas sehingga diperlukan alternatif pengganti yang bersifat lokal, ekonomis, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan pasir pantai desa wisata ngilngof sebagai bahan pengganti filler pada campuran aspal beton AC-WC di tinjau dari karakteristik marshall. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dilaboratorium dengan variasi kadar pasir misalnya, sebesar 0%, 25%, 75%, 100% sebagai filler pengganti abu batu. Pengujian dilakukan menggunakan metode marshall untuk memperoleh parameter stabilitas, flow, Marshall Quontient (MQ), kepadatan, VMA, VIM, dan VFB. Berdasarkan hasil pengujian marshall terhadap pemanfaatan pasir ngilngof sebagai bahan pengganti agregat halus pada campuran aspal beton dapat disimpulkan bahwa pengujian yang tertara diatas menggunakan aspal \penetrasi 60/70, dengan nilai karakteristik marshall yang meliputi : nilai stabilitas (Kg) : 1606,2 > 800, flow (mm) : 3,47 > 2, Density (gr/cc) :1,987, VIM (%) : 17,62 > 3, VMA (%) :29,79 > 15, VFB (%) : 40,87 > 65, Marshall Quontient (kg/mm) : 463,04 > 200. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat di simpulkan bahwa penggunaan pemanfaatan pasir desa wisata ngilngof untuk campuran agregat halus belum bisa digunakan karena beberapa parameter pengujian belum memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018 Devisi 6.
Copyrights © 2026