Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SURVEI INVESTIGASI DESAIN JEMBATAN WAI LAWA NEGERI TAWIRI KOTA AMBON Hitijahubessy, Halawan; Peilouw, Marios; Huwae, David Daniel Marthin
JURNAL SIMETRIK Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v14i1.2369

Abstract

Sungai Wai Lawa pada Negeri Tawiri secara geografis terletak yang strategis, karna sungai ini membelah lintasan transportasi darat dari bandara udara Internasional Pattimura menuju pusat kota Ambon dan sebaliknya dari pusat kota ke bandar udara. Ini menjadikannya sebagai sasaran utama kegiatan kota, seiring perkembangnya, negeri ini masih kurang perhatian dari pemerintah terkhusus Pemerintah Kota Ambon mengakibatkan fungsi-fungsi sarana transportasi pada daerah hulu dan bantaran sungai menjadi kawasan berkembang hunian masyarakat pada daerah hulu sungai. Fenomena banjir akibat naiknya muka air sungai yang mengakibatkan putusnya jalur transportasi ke dusun dimana masyarakat sudah membangun permukiman baru. Sehingga pada menuntut kami melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik dan non fisik jalur transportasi pada daerah sekitar hulu sungai wai Lawa di negeri Tawiri menuju pusat kota Ambon atau ke negeri-negeri lain. Sungai Wai Lawa alirannya memiliki potensi daya rusak yang cukup besar. Pada musim penghujan aliran pada sungai Wai Lawa sangat besar dan berpotensi mengganggu aktifitas masyarakat di negeri Tawiri Kota Ambon. Oleh karena itu perlu dilakukan survey, identifikasi untuk mengetahui penyebab terjadinya bencana tersebut. Hal demikian yang melatar belakangi adanya kegiatan Survei Investigasi Desain Jembatan Wai Lawa Negeri Tawiri Kota Ambon. Dengan demikian penelitian yang kami lakukan ini kami akan menggunakan dua sumber data yaitu : data primer yang kami peroleh langsung dari sungai sungai Wai Lawa Negeri Tawiri Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon dengan melakukan survei atau observasi lapangan, meliputi survei topografi, survei geoteknik sengan melakukan sondir test, data sekunder meliputi data Lalu-linta harian rata-rata. Hasil keseluruhan tahapan penelitian yang dilakukan itu dapat dipakai untuk merumuskan kriteria dan konsep desain model jembatan pada sungai Wai Lawa Negeri Tawiri. Kata kunci: Survei, Investigasi, Desain, Memajukan Masyarakat.
KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPAL BUTON TIPE CPHMA DENGAN PENAMBAHAN ABU BATU Tipawael, Stevany Brenda; Siahaya, Vera Th. C.; Huwae, David Daniel Marthin
Journal Agregate Vol. 3 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v3i1.2088

Abstract

Roads are transportation infrsstructure that connects one area with other areas, especially in the transportation sector for the smooth flow of goods and services. Roads experience damage due to the incereasing volume and load of vehicles, especially if they are always passed by heavy vehicles that are overloaded. The Namlea - Marloso road section has a length of 19,026 km with a road width of 4.0 m. This road section has road damage to the road surface layer in the form of cracks, holes, and surface defects. Previously damaged road conditions have been repaired by patching using CPHMA. However, the planned life of the road is in fact not in accordance with what is happening in the field. The road has been damaged ± 4 months after being repaired. The aim of the research was to determine the marshall characteristics of CPHMA-type Buton asphalt mixture using rock ash as filler and to analyze the percentage of rock ash content that met the requirements for Buton CPHMA-type asphalt mixture. This study used rock ash with the addition of 4%, 8% and 12%. This test was carried out using a Marshall test kit with reference to the 2020 Bina Marga Specifications and the Indonesian National Standard (SNI). The research results show that the average values obtained are density value =2.21 gr/cc, marshall stability value =1416 kg, flow velue =3.02 mm,, VMA value =18.24%, VIM value =7.72%, VFB value =63.18%, MQ value =483.02 kg/mm. marshall CPHMA characteristics with the addition of rock ash resulted in increased stability, flow, VMA and VIM values. While the values of VFB and MQ decreased. Presentation of optimum rock ash addition content =6% and meets the 2018 Bina Marga specification revision 2.
Rancang Bangun Papan Nama Wisata Pantai Negeri Rutong Hitijahubessy, Halawan; Huwae, David Daniel Marthin; Papilaya, Semuel P.
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.204

Abstract

Ketersediannya sarana dan prasarana pariwisata merupakan salah satu faktor yang sangat mempunyai peranan penting dalam menunjang sektor pariwisata. Sehingga permasalahan ini sering muncul dikarenakan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata masih belum merata di setiap wilayah, apalagi pada kawasan-kawasan yang baru dikembangkan jika daerah tersebut punya potensi yang baik untuk dikembangkan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan sektor pariwisata yang perlu ditunjang dengan ketersediaan sarana dan prasarana pariwisata di negeri Rutong Kecamatan Leitimur Selatan Kotra Ambon. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei cross sectional. Data yang digunakan mencakup hasil observasi lapangan, yaitu sarana dan prasarana pariwisata kawasan objek wisata pantai di negeri Rutong. Hasil evaluasi sarana dan prasarana pariwisata di kawasan pantai negeri Rutong yang mencakup sarana pokok, penunjang, pelengkap, prasarana umum dan prasarana kebutuhan para pengunjung masih jauh dari standar pariwisita dan perlu dikembangkan potensi potens negerinya, sehingga ke depan pariwisata pantai negeri Rutong menjadi salah satu objek wisata yang suka dinikmati oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.
Analisis Kekuatan Semen Tonasa dan Semen Dinamyx Polhaupessy, Achmad Fadly; Huwae, David Daniel Marthin; Tahya, Hendrie
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 4 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i4.591

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan karena sifatnya yang kuat, mudah dibentuk, dan relatif ekonomis. Salah satu faktor utama yang menentukan mutu beton adalah jenis semen yang digunakan. Di Kota Ambon, Semen Tonasa dan Semen Dynamix merupakan dua merek semen yang banyak digunakan masyarakat, dengan karakteristik harga dan kualitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kuat tekan beton K-300 yang dibuat dengan menggunakan kedua merek semen tersebut berdasarkan metode SNI 03-2834-2000. Metode penelitian dilakukan di Laboratorium Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ambon dengan menggunakan agregat halus berupa pasir cuci Waiheru, agregat kasar berupa batu pecah dari Quarry Wai Sakula, serta semen tipe Portland Composite Cement (PCC) merek Tonasa dan Dynamix. Benda uji berupa silinder beton berukuran 15 × 30 cm dibuat sesuai dengan rancangan campuran dan diuji kuat tekannya pada umur 3 dan 7 hari. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan perbedaan hasil kuat tekan kedua jenis semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan rata-rata beton dengan Semen Tonasa mencapai 16,89 MPa pada umur 3 hari dan 18,68 MPa pada umur 7 hari, sedangkan beton dengan Semen Dynamix mencapai 16,23 MPa pada umur 3 hari dan 17,64 MPa pada umur 7 hari. Selisih kuat tekan antara keduanya relatif kecil, yaitu 0,66 MPa pada umur 3 hari dan 1,04 MPa pada umur 7 hari. Meskipun Semen Tonasa menghasilkan kuat tekan sedikit lebih tinggi, Semen Dynamix tetap layak digunakan sebagai alternatif karena harganya lebih terjangkau. Penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan semen dapat mempertimbangkan keseimbangan antara mutu teknis dan efisiensi biaya, khususnya pada pembangunan infrastruktur di wilayah Maluku.
SURVEI INVESTIGASI DESAIN JEMBATAN WAI LAWA NEGERI TAWIRI KOTA AMBON Hitijahubessy, Halawan; Peilouw, Marios; Huwae, David Daniel Marthin
JURNAL SIMETRIK Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v14i1.2369

Abstract

Sungai Wai Lawa pada Negeri Tawiri secara geografis terletak sangat strategis, karna sungai ini merupakan sungai membelah lintasan transportasi darat dari bandara udara Internasional Pattimura sebagai pintu masuk kota Ambon bahkan sebaliknya. Seiring perkembangnya, negeri ini masih kurang perhatian dari pemerintah terkhusus Pemerintah Kota Ambon mengakibatkan fungsi-fungsi sarana transportasi pada daerah hulu  sampai ke bantaran sungai menjadi kawasan berkembang hunian masyarakat. Luapan air yang mengakibatkan naiknya permukaan sunagai, merupakan salah satu fenomena yang mengakibatkan putusnya jalur transportasi ke dusun Sawah yang menjadi salah satu pemukiman baru di negeri Tawiri merupakan salah satu faktor dan menuntut kami melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik dan non fisik jalur transportasi pada daerah sekitar hulu sungai wai Lawa di negeri Tawiri menuju pusat kota Ambon atau ke negeri-negeri lain. Hal demikian yang melatar belakangi adanya kegiatan Survei Topografi Perencanan Jembatan Wai Lawa Negeri Tawiri Kota Ambon ini. Hasil keseluruhan tahapan penelitian yang dilakukan itu dapat dipakai untuk merumuskan kriteria dan konsep desain model jembatan yang tepat untuk dijadikan perencanaan jembatan dimaksud.
ANALISIS PERBANDINGAN PEMAKAIAN SEMEN TONASA DAN SEMEN CONCH TERHADAP KUAT TEKAN BETON Istia, Ris Viko; Huwae, David Daniel Marthin; Tahya, Hendrie
Journal Agregate Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v2i2.1482

Abstract

This research was conducted to test the comparison of compressive strength of concrete using Tonasa cement and Conch cement. Remembering that cement is the most important material in making concrete. So many people use Portland cement in making concrete. The aim of this research is to determine the compressive strength of concrete that is good for use in construction work. In this research, Tonasa cement and Conch cement were used to determine the compressive strength of concrete at the age of 3 days and 7 days in the Ambon State Polytechnic laboratory, civil engineering department. With 12 cylindrical test objects with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm. The method used in this research is an experimental method, to investigate the relationship between the compressive strength of compression testing machine concrete and the hammer test number test. the result showed that the  average compressive strength is : Tonasa cement was 41.52 Mpa for cylindrical concrete, 500.23  for cube concrete at 3 days old and 28.16 MPa for cylindrical concrete, 339.32  for cube concrete at 7 days and Conch cement of 38.92 Mpa for cylindrical concrete, 468.97  for cube concrete at 3 years of age. days, and 26.86 MPa for cylindrical concrete, 323.58  for cube concrete at the age of 7 days.
ANALISIS PENGARUH SUHU CAMPURAN AC-WC TERHADAP BERAT JENIS PEKERJAAN JALAN TANIWEL-SALEMAN PULAU SERAM Rumbia, Najar; Huwae, David Daniel Marthin; Talakua, Elisabeth
Journal Agregate Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v2i2.1604

Abstract

This condition causes the asphalt mixture to be unable to be overlaid on the road work site because the temperature of the mixture is below the overlay and compaction temperature. According to the provisions of the asphalt mixture that has experienced a decrease in temperature can no loger be used. But the reality that happens a lot in the field is that sanding is still done and followed by the next stage, namely compaction. Therefore, it is necessary to conduct research on the effect of heating on the concrete asphalt layer mixture, namely hot rolled sheet-Base (HRS-Base). The method used, the effect of AC-WC asphalt mixture temperature on the specific gravity of road work is . From yhe results of the marshall analysis, the value of marshall parameters that meet the requirements is in the range of asphalt content 4.50-5.80 so that the optimum asphalt content is obtained at the middle value of the limit range above is 5.12%. Comparison of asphalt temperature to field temperature and lab asphalt temperature. The asphalt temperature in the lab is 5.5% asphalt content and the asphalt temperature used in the lab is 160°C, 150°C, 140°C, 130°C, while the asphalt content used in the field is 5.0% asphalt content and the asphalt temperature used in the field is 125°C, 135°C, 140°C, 145°C. Further research needs to be carried out in the form of marshall soaking tests with the intention of measuring the durability of the binding/adhesion of asphalt mixtures to the influence of temperature.
KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPAL BUTON TIPE CPHMA DENGAN PENAMBAHAN ABU BATU Tipawael, Stevany Brenda; Siahaya, Vera Th. C.; Huwae, David Daniel Marthin
Journal Agregate Vol. 3 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v3i1.2088

Abstract

Roads are transportation infrsstructure that connects one area with other areas, especially in the transportation sector for the smooth flow of goods and services. Roads experience damage due to the incereasing volume and load of vehicles, especially if they are always passed by heavy vehicles that are overloaded. The Namlea - Marloso road section has a length of 19,026 km with a road width of 4.0 m. This road section has road damage to the road surface layer in the form of cracks, holes, and surface defects. Previously damaged road conditions have been repaired by patching using CPHMA. However, the planned life of the road is in fact not in accordance with what is happening in the field. The road has been damaged ± 4 months after being repaired. The aim of the research was to determine the marshall characteristics of CPHMA-type Buton asphalt mixture using rock ash as filler and to analyze the percentage of rock ash content that met the requirements for Buton CPHMA-type asphalt mixture. This study used rock ash with the addition of 4%, 8% and 12%. This test was carried out using a Marshall test kit with reference to the 2020 Bina Marga Specifications and the Indonesian National Standard (SNI). The research results show that the average values obtained are density value =2.21 gr/cc, marshall stability value =1416 kg, flow velue =3.02 mm,, VMA value =18.24%, VIM value =7.72%, VFB value =63.18%, MQ value =483.02 kg/mm. marshall CPHMA characteristics with the addition of rock ash resulted in increased stability, flow, VMA and VIM values. While the values of VFB and MQ decreased. Presentation of optimum rock ash addition content =6% and meets the 2018 Bina Marga specification revision 2.
DAYA DUKUNG FONDASI TIANG BOR PADA ABUTMEN JEMBATAN WAI RAHWAEN DI PULAU BURU PROVINSI MALUKU Hamkah, Hamkah; Paais, Enjelita; Lewakabessy, Godfried; Huwae, David Daniel Marthin; Latar, Sjafrudin; Kakaly, Sulastri
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/4spd2f69

Abstract

Abstract The foundation is the most crucial element of a bridge structure, as it plays a role in supporting the load and transmitting it to the harder soil layers. The Wai Rahwaen Bridge, located on Buru Island, Maluku Province, was built using bored pile foundations, to provide effective bearing capacity for the structure above it. The analysis of the foundation bearing capacity in this study was conducted using a pre- and post-installation approach. This is very important to ensure that the foundation can support the stability of the appropriate abutment load. Before the foundation was installed, the foundation bearing capacity was estimated based on data from 2 points from the Standard Penetration Test and using 2 empirical methods, namely the Reese and Wright Method and the Reese and O'Neill Method. After the foundation was installed, the foundation bearing capacity was determined using data from 4 points from the Pile Driving Analyzer test. The Reese and Wright Method produced an ultimate bearing capacity of 272.5 tons, while the Reese and O'Neill Method produced an ultimate bearing capacity of 309.4 tons. After the foundation was installed, the ultimate bearing capacity determined based on Pile Driving Analyzer test data was 316.2 tons. This study shows that the Reese and Wright Method and the Reese and O'Neill Method produced estimates of the ultimate bearing capacity of a single pile by 13.8% and 2.2%, respectively, when compared to the ultimate bearing capacity obtained using the Pile Driving Analyzer test results. Keywords: foundation; bridge structure; bearing capacity; bored pile foundation; bridge abutment Abstrak Fondasi merupakan elemen paling krusial dari struktur jembatan, karena fondasi berperan menahan beban dan meneruskan beban tersebut ke lapisan tanah yang lebih keras. Jembatan Wai Rahwaen, yang terletak di Pulau Buru, Provinsi Maluku, dibangun dengan menggunakan fondasi tiang bor, untuk memberikan daya dukung yang efektif bagi struktur di atasnya. Analisis daya dukung fondasi pada studi ini dilakukan dengan pendekatan sebelum dan setelah pemasangan fondasi. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, untuk memastikan bahwa fondasi itu dapat menopang stabilitas beban abutmen yang sesuai. Sebelum fondasi dipasang, daya dukung fondasi diestimasi berdasarkan data 2 titik hasil uji Standard Penetration Test serta menggunakan 2 metode empiris, yaitu Metode Reese and Wright dan Metode Reese and O’Neill. Setelah fondasi terpasang, daya dukung fondasi ditentukan dengan menggunakan data 4 titik hasil uji Pile Driving Analyzer. Metode Reese and Wright menghasilkan daya dukung ultimit fondasi sebesar 272,5 ton, sedangkan Metode Reese and O’Neill menghasilkan daya dukung ultimit sebesar 309,4 ton. Setelah fondasi terpasang daya dukung ultimit yang ditentukan berdasarkan data uji Pile Driving Analyzer adalah sebesar 316,2 ton. Studi ini menunjukkan bahwa Metode Reese dan Wright serta Metode Reese dan O’Neill menghasilkan nilai estimasi daya dukung ultimate tiang tunggal yang lebih rendah, masing-masing 13,8% dan 2,2%, bila dibandingkan dengan daya dukung ultimate yang dihasilkan dengan menggunakan hasil uji Pile Driving Analyzer Kata-kata kunci: fondasi; struktur jembatan; daya dukung; fondasi tiang bor; abutmen jembatan
Analisis Struktur Bangunan Atas Jembatan Wai Dua Negeri Urimesing Dusun Seri Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Solissa, Ryan Agustinus; Frans, Pieter Lourens; Huwae, David Daniel Marthin
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 8 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i8.719

Abstract

Jembatan Wai Dua merupakan salah satu jembatan yang dilakukan proyek penggantian jembatan dari struktur baja ke beton dengan tujuan untuk menambah lebar jalur lalu lintas. Dalam pembangunan suatu jembatan perlu adanya komposisi pembebanan struktur yang harus diperhitungkan agar jembatan dapat memikul beban-beban dan memiliki kestabilan struktur, sehingga dapat berdiri kokoh dan menjamin keselamatan serta kenyamanan bagi pengguna jembatan, khususnya pada bangunan atas jembatan. Bangunan atas jembatan sangat berperan penting pada konstruksi jembatan karena akan memikul beban-beban kendaraan secara langsung. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghitung besar beban yang bekerja serta dimensi dan penulangan struktur pada bangunan atas dari Jembatan Wai Dua Kota Ambon sesuai dengan SNI 1725-2016.