Penelitian ini menganalisis preferensi politik pemilih muslim di Bali dalam pemilihan anggota DPRD dan DPR RI dengan pendekatan behavioral. Sebagai kelompok minoritas, umat Muslim di Bali menghadapi tantangan representasi politik yang berbeda dibanding daerah mayoritas. Penelitian menggunakan mixed methods dengan menjadikan literatur sebagai data primer dan hasil survei sebagai data sekunder. Literatur memberikan kerangka teoritis tentang perilaku pemilih melalui model sosiologis, psikologis, dan rasional, sedangkan survei terhadap 70 responden Muslim di Bali memberikan data empiris mengenai pola pilihan politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi sosiologis lebih dominan dibanding psikologis dan rasional-ekonomi, dengan rata-rata tertinggi (32,89). Identitas agama, latar belakang pendidikan, serta ikatan organisasi tetap menjadi pertimbangan utama dalam memilih calon legislatif. Namun, pemilih juga menunjukkan fleksibilitas dengan menerima calon dari partai nasionalis maupun non-Muslim apabila program dan rekam jejak dianggap relevan. Temuan ini menegaskan bahwa preferensi pemilih Muslim di Bali bersifat multidimensi: identitas tetap penting, tetapi rasionalitas pragmatis juga berperan. Implikasinya, strategi elektoral berbasis eksklusivitas agama kurang efektif, sementara pendekatan inklusif berbasis program memiliki peluang lebih besar.
Copyrights © 2026