Hermeneutika Fazlur Rahman sebagai wacana dialektis, merupakan cara baru dalam memahami Al-Quran. Teori doble movemen didisain untuk mendekatkan alam fikiran pembaca pada pengertian substantif, seperti saat Al-Quran diturunkan, tetapi dalam konteks kekinian. Fazlur berusaha menghindari pemahaman atomistik dalam mengurai filsafat manusia, namun menempatkan makna al-Qur’an sebagai satu kesatuan holistik dan utuh, mencakup aspek teologis, etika, dan hukum. Penelitian ini bertujuan mengurai pandangan komprehensif hermeneutika Fazlur dan pemikiran filosof lainnya sebagai pembanding. Termasuk dikotomi subjektivisme kaum konservatif dan kalangan Islam modernis atas isu-isu modernitas. Metode kualitatif dan pendekatan sosio-historis dipergunakan untuk menganalisis konsepsi manusia. Dari hasil penelitian didapat heremneutika Fazlur menegaskan relevasnsi eksistensi manusia dan tanggungjawabnya pada peradaban. Kesimpulannya, gagasan keislaman hermeneutika Fazlur Rahman sejalan dengan kebutuhan dunia modern, sehingga secara aspiratif manusia mampu berperan kontributif dalam menata dunia yang berkeadilan
Copyrights © 2026