Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi siswa, namun implementasinya berpotensi menimbulkan dampak turunan terhadap ekonomi mikro, khususnya UMKM jajanan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi kebijakan MBG ekonomi mikro di lingkungan sekolah di Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBG menyebabkan penurunan pendapatan UMKM jajanan sekolah akibat perubahan pola konsumsi siswa, dengan tingkat dampak yang bervariasi. UMKM yang sangat bergantung pada konsumsi harian siswa mengalami penurunan pendapatan lebih besar, sementara UMKM dengan produk yang lebih fleksibel relatif lebih mampu bertahan. Pelaku UMKM merespons kondisi tersebut melalui berbagai strategi adaptasi, seperti pengurangan produksi, diversifikasi produk, dan peningkatan nilai tambah, meskipun efektivitasnya masih terbatas. Dengan demikian kebijakan MBG memiliki implikasi ekonomi mikro yang perlu diperhatikan dalam evaluasi kebijakan publik, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih integratif antara peningkatan gizi siswa dan keberlanjutan UMKM lokal.
Copyrights © 2026