Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Free and Open Indo Pacific (FOIP) oleh Kementerian Pertahanan Jepang sebagai bentuk penyeimbang kekuatan Cina dalam Indo-Pasifik Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dari berbagai sumber seperti dokumen resmi, buku ilmiah, dan jurnal akademik. Kerangka teoritis penelitian ini menggunakan teori neorealisme, konsep kerja sama internasional dan balancing untuk memahami upaya Kementerian Pertahanan melalui FOIP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi FOIP oleh Kementerian Pertahanan Jepang sebagai bentuk penyeimbang kekuatan Cina di Indo-Pasifik secara tidak langsung dapat menjadi penyeimbang kekuatan Cina dan menciptakan tatanan wilayah yang lebih stabil melalui kerja sama ini. FOIP juga bukan hanya upaya diplomatic tetapi juga sebuah pendekatan yang menyeluruh untuk mengatasi masalah yang ada.
Copyrights © 2026