Perkembangan teknologi digital yang pessat dan penggunaan media sosial yang luas telah menghasilkan perubahan besar dalam cara generasi Z mengkonsumsi. Pajangan konten terhadap gaya hidup, promosi oleh influencer, serta tren yang viral mendorong lahirnya perilaku konsumtif yang semakin menguat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dampak media sosial, Fear of Missing Out (FOMO), dan pendapatan terhadap perilaku belanja Gen Z di kabupaten Tulungagung. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan melakukan survey terhadap 90 orang responden dari Gen Z. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, pendapatan, media sosial, dan FOMO mempengaruhi perilaku konsumtif Generasi Z secara signifikan. Akan tetapi, jika dilihat secara terpisah, hanya media sosial yang menunjukkan dampak signifikan terhadap perilaku konsumsi, sementara FOMO dan pendapatan tidak menunjukkan efek yang berarti. Hasil ini menunjukkan pola konsumsi Gen Z, tanpa tergantung pada besarnya pendapatan serta factor psikologi FOMO. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya meningkatkan pendapatan serta merumuskan strategi dalam mengontrol perilaku konsumtif di kalangan Gen Z, khususnya di daerah yang sedang mengalami laju digitalisasi yang cepat.
Copyrights © 2026