Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efisiensi energi pada sistem pengereman sepeda motor berdasarkan Hukum Kekekalan Energi. Fokus penelitian terletak pada perubahan energi kinetik menjadi energi panas selama proses pengereman serta tingkat efisiensi yang dicapai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan mengukur peningkatan suhu cakram rem setelah pengereman pada tiga variasi kecepatan, yaitu 20 km/jam, 40 km/jam, dan 60 km/jam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peningkatan suhu cakram rem berbanding lurus dengan kecepatan awal, masing-masing sebesar 8,2°C, 13,3°C, dan 23,1°C. Berdasarkan analisis, sekitar 80% energi kinetik kendaraan dikonversi menjadi energi panas, dengan nilai energi panas masing-masing sebesar 1.728 J, 6.913 J, dan 15.554 J. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi pengereman dipengaruhi oleh kecepatan awal kendaraan, tekanan pengereman, dan karakteristik material kampas rem. Penelitian ini menegaskan penerapan prinsip kekekalan energi dalam sistem pengereman serta memberikan wawasan untuk pengembangan desain pengereman yang lebih efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum kekekalan energi dalam proses pengereman sepeda motor, menghitung besar konversi energi kinetik menjadi energi panas pada berbagai tingkat kecepatan, serta menilai efisiensi kerja sistem rem.
Copyrights © 2025