ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology

KANDUNGAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK AMONIASI FERMENTASI (AMOFER) JERAMI PADI MENGGUNAKAN MIKROORGANISME LOKAL ONGGOK DENGAN LEVEL YANG BERBEDA

Adla, Wildan Habba (Unknown)
Hindratiningrum, Novita (Unknown)
Reyhan, Muhammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Feb 2026

Abstract

Latar Belakang. Jerami padi adalah hasil samping dari tanaman padi yang berpotensi besar sebagai sumber pakan untuk ternak ruminansia. Pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak terkendala oleh nilai nutrisi yang rendah terutama kandungan protein kasar rendah dan serat kasar yang tinggi sehingga kecernaan rendah. Salah satu cara meningkatkan kualitas jerami padi yaitu dengan pembuatan amofer, yang merupakan paduan proses amoniasi dan fermentasi. Amoniasi fermentasi pada Jerami padi merupakan suatu cara pengolahan secara anaerob dengan memanfaatkan peran mikroorganisme. Mikroorganisme sebagai starter fermentasi jerami padi dapat menggunakan bahan dasar limbah yang tersedia di lingkungan sekitar, salah satunya adalah onggok. Limbah onggok merupakan sumber karbohidrat mudah larut atau Ready Available Carbohydrat (RAC) yang menjadi sumber zat makanan untuk mikroba dalam mempercepat pertumbuhan bakteri penghasil asam, khususnya asam laktat. Bakteri asam laktat berperan penting dalam fermentasi melalui penurunan pH, pengawetan bahan, peningkatan kualitas nutrisi, pengendalian mikroorganisme patogen, peningkatan stabilitas dan mutu hasil fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan bahan kering dan bahan organik amofer jerami padi menggunakam starter mikroorganisme lokal onggok dengan level yang berbeda. Materi dan Metode. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan jika terdapat perbedaan perlakuan dilakukan uji lanjut analisis DMRT. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 : Amofer jerami padi tanpa starter (kontrol), P1 : Amofer jerami padi menggunakan MOL limbah tomat dengan sumber glukosa gula merah 4%, P2 : Amofer jerami padi menggunakan MOL limbah tomat dengan sumber glukosa molasses 4%, P3 : Amofer jerami padi menggunakan EM4 4%. Variabel yang diamati adalah kandungan bahan kering dan bahan organik amofer jerami padi yang diukur menggunakan metode analisis proximat. Hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan starter MOL limbah tomat pada amofer jerami padi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik. Uji lanjut DMRT menunjukkan kandungan bahan kering tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 93,82±0,28% dan kandungan bahan organik tertinggi pada perlakuan P2 sebesar 82,00±0,87%. Penambahan starter MOL limbah tomat dengan sumber glukosa berbeda dapat menyebabkan hasil perlakuan yang berbeda. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan starter MOL limbah tomat dengan sumber glukosa berbeda pada amoniasi fermentasi jerami padi berpengaruh nyata terhadap kandungan bahan kering, namun pada bahan organik menunjukkan hasil yang sama.

Copyrights © 2025